Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tertembak Senapan Angin, Dirujuk ke RSUP Sanglah

senapan
Korban saat dirawat di RSUP Sanglah, Senin (9/5).

Denpasar, Bali Tribune

Wayan Wira (10), bocah asal Dalem Tarukan Pulasari Tembuku Bangli terpaksa dirujuk ke RSUP Sanglah, lantaran tertembak senapan angin di dahi bagian kanan kepalanya, Minggu (8/5) pagi.

Mirisnya, kejadian yang menimpa korban ini dilakukan teman sekolahnya berinisial PA. Pelaku tega melakukan tindakan tak terpuji tersebut lantaran memiliki dendam terhadap korban. “Ya memang ada masalah sama dia, saling mengejek kalau di sekolah,” ujar bocah yang masih duduk di bangku kelas 5 SD ini.

Sementara itu, ibu Wira, yakni Wayan Suki menceritakan kejadian tersebut terjadi saat anak pertamanya pergi mengunjungi rumah kakeknya. “Kejadiannya sekitar pukul 09.30 Wita, saat dia pergi ke rumah pekaknya (kakeknya,-red),” ucap Suki di IGD RSUP Sanglah Denpasar, Senin (9/5).

Namun, saat bermain di dekat rumah kakeknya, Wira dihadang temannya PA yang merupakan musuh bebuyutannya di sekolah, sambil membawa sebuah senapan yang belum diketahui pemiliknya. “Saya kurang tahu dari mana anak itu mendapatkan senapan,” ucap Suki yang terlihat cemas atas kondisi anak pertamanya itu.

Sebelum melepaskan tembakan, PA pun mengucapkan ancaman kepada Wira. “Mati be ci jani,” ancam PA kepada Wira. Setelah mengeluarkan ancaman, tembakan pun dilepaskan dan tepat mengenai dahi kanan bocah malang tersebut. Alhasil, Wira mengalami luka hingga bersimbah darah dan mimis atau peluru yang tertembak juga masih menancap pada dahi kanannya.

Melihat Wira bersimbah darah, PA pun lari meninggalkan musuh bebuyutannya. “Sudah keluar darah, timpal ne langsung melaib (temannya langsung lari),” tutur Suki.

Anaknya pun berlari dan melaporkan kejadian itu kepada kakeknya. Selang beberapa menit, orang tua wira membawanya ke RSUD Bangli untuk mendapatkan penanganan medis. “Dibawa ke RSUD Bangli dulu, tapi harus dirujuk ke RSUP Sanglah karena mimisnya masih nempel di dahinya,” keluhnya. Hingga kini Wayan Wira masih di IGD RSUP Sanglah untuk mendapatkan kamar inap.

Suki pun berharap anaknya yang dikenal penurut itu bisa secepatnya mendapatkan tindakan operasi agar mimis yang masih tertancap pada dahi dekat dengan pelipis kanannya bisa diangkat dan anaknya bisa kembali bersekolah.

wartawan
Valdi S Ginta
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.