Diposting : 12 October 2019 11:00
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/ BERLATIH - Mahasiswa jurusan pariwisata berlatih teknik penyajian minuman mulai dari cara memegang gelas hingga menuangkan minuman.

Balitribune.co.id | Badung - Pelatihan vokasi memiliki andil yang cukup besar dalam memastikan kesiapan tenaga kerja pariwisata Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional. Sejalan dengan hal tersebut perusahaan minuman memberikan pelatihan penyajian bir yang bertanggungjawab kepada mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Bali (STP). Mengingat bir juga menjadi salah satu penunjang kepariwisataan di Bali selain akomodasi, restoran, transportasi, objek wisata dan fasilitas lainnya.
 
Draught Beer Facilities Manager PT Multi Bintang Indonesia, Deden Perdana Putra mengatakan, sebagai produsen bir bertanggungjawab untuk meningkatkan keunggulan layanan industri pariwisata di Indonesia. Industri minuman beralkohol juga berperan dalam mendukung ekosistem pariwisata di Bali. 
 
"Kami telah menjalin kerja sama dengan berbagai sekolah tinggi pariwisata di Indonesia untuk memberikan edukasi dalam melayani konsumen dengan lebih baik dan mengadvokasi konsumen untuk menikmati minuman beralkohol yang bertanggungjawab," jelasnya di kampus setempat, Badung, Jumat (11/10).
 
Hal ini kata dia bertujuan untuk memastikan setiap konsumen dapat menikmati bir secara bertanggungjawab dan mempromosikan penyajian minuman yang baik terutama di daerah objek wisata. Pelatihan untuk para calon pekerja di dunia pariwisata ini juga memberikan pengetahuan dan tips yang berguna untuk mencegah konsumsi minuman beralkohol di bawah usia 21 tahun, mengurangi kondisi mengemudi dalam pengaruh alkohol dan cara melayani konsumen dengan kadar konsumsi berlebih. "Pelatihan ini akan membantu menciptakan persepsi positif dari sektor perhotelan dan industri pariwisata. Kami tidak izinkan para mahasiswa ini mimun bir, karena usianya belum cukup. Kami hanya mengajarkan teknik penyajian," kata Deden. 
 
Para bartender dituntut untuk menyajikan bir dengan sempurna. Menurut dia, percuma memiliki produk berkualitas jika salah menyajikan ke konsumen. "Penyajian yang salah itu misalnya gelas kotor, bartender judes itu akan mengurangi service. Makanya kita juga memberikan pelatihan ke barterder di outlet-outlet dan mahasiswa supaya kualitas ini sampai ke konsumen," bebernya. 
 
Seperti diketahui saat ini 180 negara di dunia menikmati bir. Biasanya warga dari 180 negara tersebut akan memesan bir ketika berkunjung ke suatu destinasi. Dalam hal ini tidak hanya diperlukan rasa bir berkualitas, dari sisi penyajian juga perlu diperhatikan oleh para bartender atau petugas yang menyiapkan seperti memperhatikan kebersihan gelas, cara mencuci gelas dan menggunakan deterjen khusus maupun cara mengeringkan gelas. "Karena bir sangat sensitif terhadap benda asing yang masuk, ke gelas," cetusnya. 
 
Pihaknya memberikan pengetahuan dasar ini kepada mahasiswa sebagai calon pekerja di industri pariwisata agar nantinya setelah terjun ke dunia kerja dapat memperhatikan keamanan dan kenyamanan konsumen. 
 
Plt. Ketua STP Nusa Dua Bali, Eka Mahadewi menyampaikan bahwa teknik di dunia kerja memang perlu diberikan kepada mahasiswa sebagai calon pekerja dan wirausaha untuk meningkatkan keunggulan layanan industri pariwisata di Indonesia. "Dengan dilengkapi pengetahuan tentang penyajian bir yang bertanggungjawab, anak didik dapat berkontribusi positif terhadap pengembangan hospitality dan industri pariwisata di Indonesia," ujarnya. 
 

https://www.instagram.com/hondafansbali/