Diposting : 28 June 2018 12:13
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Rai Mantra beserta istri usai tentukan suaranya di TPS Bengkel, Sumerta.
BALI TRIBUNE - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 2, IB Rai Dharmawijaya Mantra dan I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) menang mutlak di TPS 008, Banjar Bengkel, Sumerta Kelod, Denpasar. 
 
Di TPS yang merupakan tempat Calon Gubernur Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra melakukan pencoblosan ini, pasangan Mantra-Kerta berhasil meraup suara sebanyak 453 suara, unggul jauh dibandingkan suara yang diraih pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, I Wayan Koster- Tjokorda  Oka Artha Ardana Sukawati (Koster-Ace) yang hanya mampu meraup 50 suara dari total 503 suara sah.
 
Ketua KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) TPS 008, Banjar Bengkel, Sumerta Kelod, Made Soma mengatakan,proses pemungutan suara di TPS Banjar Bengkel berjalan lancar dan kondusif. Ia menjelaskan, dari 505 surat suara yang masuk ke dalam kotak suara, dua surat surat suara dinyatakan tidak sah karena surat suara tersebut tidak dicoblos. "Jadi dua surat suara tidak sah ini karena tidak dicoblos," ujarnya.
 
Made Soma menjelaskan, total daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 008 ini berjumlah 642 orang dengan jumlah surat suara  yang didistribusikan sebanyak 660 surat suara, sudah termasuk surat suara cadangan. Dari hasil pengitungan suara, TPS Banjar Bengkel diungguli oleh pasangan nomor urut 2, IB Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta.
 
"Dari total surat suara yang masuk ke dalam kotak suara sebanyak 505 surat suara, surat suara yang dinyatakan sah sebanyak 503, sementara 2 surat suara dinyatakan tidak sah. Pasangan nomor urut 2, Mantra-Kerta mendapat suara 453, sedangkan pasangan nomor urut 1, Koster-Ace mendapat 50 suara. Jadi dari hasil perhitungan suara, pasangan calon nomor urut dua Mantra-Kerta unggul di TPS 008 Banjar Bengkel," jelasnya.
 
Selain di TPS 008 Banjar Bengkel, ternyata pasangan Mantra-Kerta juga unggul di TPS 07 Banjar Belaluan Sadmerta yang merupakan TPS tempat Menteri Koperasi dan UMKM RI yang juga politisi PDIP A.A Ngurah Puspayoga dan anggota DPD RI A.A Ngurah Oka Ratmadi (Cok Rat) melakukan pencoblosan.  Di TPS ini, Mantra - Kerta ternyata berhasil unggul dibandingkan pasangan cagub nomor urut 1 Koster- Ace. Koster- Ace   meraih 117 suara sementara pasangan cagub Mantra - Kerta meraih suara cukup tinggi yakni sebanyak 408 suara.
 
Namun sayang, kemenangan di TPS 008 Banjar Bengkel dan TPS 07 Banjar Belaluan Sadmerta tak dibarengi dengan hasil  di TPS 009, Wantilan Banjar Saba, Kelurahan Penatih. Di TPS yang mana wakil walikota Denpasar yang juga  Sekretaris DPD PDIP Bali IGN Jaya Negara melakukan pencoblosan, Paslon nomor urut 1 unggul atas Paslon nomor 2. Di TPS ini Koster -Ace meraih 371 suara sedangkan Mantra - Kerta hanya mampu meraih 179 suara.
 
Sementara itu ditemui seusai melakukan pencoblosan, di TPS 008 Banjar Bengkel, Rai Mantra, mengaku menang dan kalah dalam pertarungan hal biasa. Yang terpenting kata dia, suasana tetap kondusif dalam pilkada dan mengutamakan masyarakat. "Semua ini kami serahkan kepada Tuhan, dan masyarakat secara umum dan yang terpenting bagaimana pemilukada ini menjadikan masyarakat lebih baik, lebih paham dan lebih mengerti akan pendidikan politik," kata Rai Mantra.
 
"Apapun hasilnya, kami serahkan kepada masyarakat dan menerima karena itu merupakan hasil terbaik dari Ida Sanghyang Widi Wasa dan masyarakat," imbuhnya.
 
Setelah pencoblosan kemarin, Rai Mantra, mengaku menunggu hasil dari penghitungan suara dari pilkada ini. Selain itu, Rai Mantra, menyatakan teman-teman partai memonitor hasil pemungutan dan penghitungan suara. 
"Intinya Mantra-Kerta menerima apapun hasilnya itu dengan baik, dan kita utamakan masalah kedamaian dan persahabatan serta jaga kondusifitas dan melihat kepentingan yang utama dengan menjaga keamanan, kedamaian, dan menjaga persaudaraan," ucapnya.
 
Rai Mantra pun menyatakan dalam ajang pemilihan ini ada menang dan kalah. Namun pihaknya berharap dapat kalah dengan terhormat dan menang harus bermartabat. Dalam hal ini, arti kemenangan bermartabat dan kekalahan dengan terhormat harus dihargai dengan baik untuk pembelajaran politik yang baik kepada masyarakat. 
 
Hal ini merupakan suatu proses kedepan dan merupakan amanah masyarakat yang perlu dijaga bersama. "Kami berserah kepada Ida Sanghyang Widi Wasa, apapun hasilnya nanti," tandasnya.