Diposting : 13 September 2017 18:37
Djoko Purnomo - Bali Tribune
woodball
Keterangan Gambar: 
Tim woodball Buleleng yang berlaga di Porprov Bali XIII/2017 Gianyar.

BALI TRIBUNE - Sekjen Pengurus Besar Indonesia Woodball Association (PB IWbA), Sutarjo mengakui kans dipertandingkannya cabang olahraga woodball pada hajatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2017 Papua sangat terbuka. Hal itu lantaran lobi-lobi yang sudah dilakukan berjalan positif.

“Kami tinggal menunggu keputusan dari Pengurus Besar PON XX karena lobi-lobi sudah kami lakukan, dan woodball menempati nomor urut ke-43 cabor PON XX di Papua tahun 2020 mendatang,” ujar Sutarjo seusai menghadiri pembukaan pertandingan cabor woodball Porprov Bali XIII/2017 di Lapangan Anoman, Kemenuh Gianyar, Selasa (12/9).
 
Selain sedang menunggu keputusan dari PB PON, kata Sutarjo, pihaknya juga telah melakukan pendekatan ke sejumlah petinggi di Kabupaten Jaya Wijaya, Papua terkait tempat pertandingan. Prinsipnya, kata Sutarjo, petinggi di Pemerintahan Kabupaten Jaya Wijaya menyambut baik, dan telah menyiapkan tempat sebagai venue cabor woodball.
 
Sutarjo membenarkan bahwa pada awalnya tuan rumah PON XX Papua hanya akan mempertandingkan cabor-cabor Olimpiade, karena keterbatasan fasilitas tempat pertandingan. Tetapi, kata dia, dalam perkembangannya banyak penambahan cabor yang dipertandingkan sehingga tidak terbatas cabor Olimpiade saja.
Dia mengatakan, untuk menggelar cabor woodball tidak memerlukan tempat yang mewah seperti gedung, cukup di hamparan tanah walaupun tidak rata itu lebih bagus karena memberikan tingkat kesulitan tersendiri bagi pewoodball.
 
Sebagai cabor yang telah eksebisi di PON XIX/2016 Jawa Barat, kata Sutarjo sudah saatnya woodball dipertandingkan secara resmi di ajang PON. “Kalau untuk PON Remaja II di Kalimantan Timur tahun 2018 mendatang, woodball sudah pasti dipertandingkan,” imbuhnya.
 
Karena itu kepada Pengprov IWbA seluruh Indonesia pihaknya minta segera mempersiapkan atletnya untuk berlaga di PON Remaja. Menurutnya, peta kekuatan woodball di Tanah Air masih didominasi Bali, Jawa Tengah dan Banten. Di PON Remaja II maupun PON XX Papua, imbuh dia, woodball mempertandingkan 14 nomor fairway dan stroke competition.

“Pembinaan woodball di Bali berjenjang mulai dari anak-anak hingga dewasa, ini sangat bagus tinggal sekarang bagaimana menjaga atlet-atlet binaannya itu supaya tidak hengkang ke daerah lain, terutama menjelang gelaran PON maupun PON Remaja,” demikian Sutarjo.