balitribune.co.id I Denpasar - Penerimaan pajak daerah Kota Denpasar hingga 30 Juni 2026 atau semester I tahun 2026 telah melampaui target. Capaiannya mencapai 51,76 persen dari target pada APBD Induk tahun 2026. Itu diungkapkan Plt. Kepala Bapenda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adi Mertha didampingi Sekretaris Bapenda I Dewa Gede Rai, Senin (3/8/2026).
Dijelaskannya, dari target pajak daerah yang ditetapkan sebesar Rp 1.765.000.000.000,00, realisasi pada semester I sebesar Rp 913.625.440.670,28. "Capaian ini menunjukkan tren positif. Semoga sampai akhir tahun ini bisa sesuai target yang dicanangkan," kata Ida Bagus Alit.
Adapun penyumbang terbesar terhadap capaian tersebut berasal dari sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang mencatatkan realisasi sebesar Rp 535.613.816.894,20 (56,50 persen) dari total target Rp 948.000.000.000,00.
Sementara untuk realisasi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) makanan dan/atau minuman dengan persentase 60,71 persen dengan angka realisasi Rp 223.700.388.051,20 dari target Rp 368.500.000.000,00.
PBJT jasa parkir mengumpulkan realisasi Rp 4.410.228.564,00 atau 58,80 persen dari target Rp 7.500.000.000,00.
PBJT jasa kesenian dan hiburan mencapai 56,68 persen dengan realisasi Rp 31.456.413.321,00 dari target Rp 55.500.000.000,00.
PBJT tenaga listrik menyumbang Rp 141.985.062.461,00 atau 54,40 persen dari target Rp 261.000.000.000,00.
PBJT jasa perhotelan terealisasi sebesar Rp 134.061.724.497,00 atau 52,47 persen dari target Rp 255.500.000.000,00.
Pajak air tanah berhasil mengumpulkan Rp 4.648.675.577,00 atau 58,11 persen dari target Rp 8.000.000.000,00.
Pajak reklame terealisasi sebesar Rp 5.647.312.297,08 atau 56,47 persen dari target Rp 10.000.000.000,00.
Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) mencapai separuh dari target, yakni 50,50 persen dengan nilai Rp 132.299.035.700,00 dari target Rp 262.000.000.000,00.
Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBBP2) rercatat terealisasi Rp 37.611.967.202,00 atau 30,09 persen dari target sebesar Rp 125.000.000.000,00. Lalu untuk opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) berhasil meraup Rp 115.977.912.800,00 atau 48,83 persen dari target Rp 237.500.000.000,00.
Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) terealisasi sebesar Rp 81.826.720.200,00 atau 46,89 persen dari target sebesar Rp 174.500.000.000,00.
Sementara itu, untuk penyesuaian target pada APBD perubahan saat ini masih dalam proses pembahasan. Untuk target pada APBD perubahan saat ini masih dalam tahap pembahasan," paparnya.