Bali Tribune, Denpasar - Keelokan Pulau Dewata memang melekat kuat di benak masyarakat internasional hingga menjadi salah satu destinasi terbaik dan favorit untuk berlibur. Bahkan bagi wisatawan Tiongkok, Bali menjadi keharusan untuk dikunjungi apabila mereka berkunjung ke Indonesia. Kondisi ini pun dimanfaatkan sekelompok orang untuk keuntungan pribadi membuka praktik usaha ilegal.
BALI TRIBUNE - Money changer (MC) tak berizin masih menjadi sorotan dari Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) Bali. Keberadaan MC illegal yang marak beroperasi di kawasan pariwisata tampaknya masih sulit diberantas habis. Kondisi ini jelas akan menjadi preseden buruk bagi pariwisata Bali.
BALI TRIBUNE - Adanya pembukaan kantor pelayanan perbankan di kawasan industri pariwisata tentunya tidak hanya mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan keuangan juga wisatawan yang sedang berlibur di Pulau Dewata. Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah Layanan dan Administrasi Bank Indonesia Provinsi Bali, Teguh Setiadi mengatakan pelayanan dari perbankan tersebut akan memperluas inklusi keuangan di Tanah Air.