Diposting : 4 January 2020 09:20
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Bali Tribune/ ANTREAN - Kendaraan wisdom yang akan masuk Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk mencapai 1 kilometer dari pintu loket tiker penyeberangan.
balitribune.co.id | Negara - Arus balik wisatawan domestik yang berlibur di Bali masih terjadi di hari kedua tahun 2020. Terjadi peningkatan arus penumpang keluar Bali melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk. Antrean kendaraan yang didominasi kendaraan pribadi meluber hingga 1 kilometer dari pintu loket tiket penyeberangan.
 
Arus kendaraan yang akan menyeberangan ke Jawa yang terjadi sejak Rabu (1/1) lalu terus berlanjut. Antrean di jalan utama menuju pelabuhan semakin panjang. Ribuan kendaraan yang didominasi mobil pribadi bercampur bus dan truk terus menglir. Lantaran penumpukan kendaraan semakin mengular, pihak kepolisian sampai harus melakukan rekayasa arus lalulintas. Kendaraan mobil pribadi wislok yang akan masuk ke Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk akhirnya dialihkan melalui gang-gang atau jalan perkampungan seperti yang diberlakukan pada saat puncak arus mudik Lebaran.
 
Kendati upaya pengalihan arus lalulintas tersebut mampu memngurangi antrean di jalur utama menuju pintu masuk pelabuhan, namun penumpukan di areal dalam kawasan pelabuhan tetap tidak bisa dihindari. Walaupun pihak PT ASDP Indonesia Ferry mengoprasikan 31 kapal serta kondisi cuaca tidak mengganggu penyeberangan, namun antrean kendaraan yang akan masuk kapal masih terus berlanjut hingga tengah malam. Meningkatnya arus kendaraan keluar Bali ini disebabkan para wisatawan domestic dari sejumlah wilayah di pulau Jawa sudah mulai kembali pulang secara bersamaan setelah tahun baru.
 
Salah seorang wisatawan domestic, Ridwan asal Surabaya mengaku sudah sepekan berada di Bali untuk menikmati pergantian tahun di Bali. “Kami seminggu berwisata di Bali dan ikut acara malam pergantian tahun di GWK, setelah itu kami langsung balik,” ujarnya. Begitupula Hartono asal Jakarta yang mengaku harus segera kembali lantaran Kamis usahanya sudah kembali beroperasi setelah libur akhir tahun. “Teman-teman juga sama. Kami mengejar waktu agar nanti bisa buka usaha. Semoga bisa cepat nyeberang. Di Jawa tidak ada masalah karena sudah ada jalan tol,” ungkapnya.
 
Berdasarkan data penyeberangan di ASDP, jumlah penguna jasa yang menyeberang mulai Rabu pagi mengalami peningkatan. Dari 31 kapal yang dioperasikan dengan 248 trip atau naik 7 persen dari hari yang sama tahun lalu 232 trip, jumlah penumpang yang menyebrang ke Jawa tercatat 53.926 orang, naik 28 persen dibanding hari yang sama tahun lalu yakni 42.056 orang.
 
Sepeda motor naik 2 persen dibading tahun lalu dari 3.560 unit menjadi 3.630 unit. Mobil pribadi melonjakan 44 persen dari 4497 unit menjadi 6483 unit. Bus tahun lalu sebanyak 472 unit naik 7 persen menjadi 552 unit. Total roda empat keatas yang menyebrang ke Jawa mengalami peningkatan 33 persen dari 5.704 unit menjadi 7.564 unit. “Secara umum penguna yang menyebrang ke Jawa naik dan sempat terjadi antrean. Situasi operasional serta pelayanan di Ketapang dan Gilimanuk saat ini terpantau ramai lancar, aman dan terkendali,” jelas GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Fahmi Alweni. pam