Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Belum Berfungsi Optimal, Pasar Desa Sepi Aktifitas Pedagang

SEPI - Kondisi Pasar Desa Ekasari, Melaya yang berdiri hampir dua tahun lalu kini masih tampak sepi aktiftas pedagang.

BALI TRIBUNE - Sejumlah desa di Jembrana memang berlomba-lomba mengajukan permohonan kepada Pemerintah Daerah untuk pembuatan bangunan pasar di desanya masing-masing. Namun alih-alih untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa, pembangunan pasar yang selama ini gencar dilakukan hingga kepelosok-pelosok desa kini justru kondisinya memprihatinkan.  Tidak seperti yang diharapkan, banyak bangunan pasar yang ada di desa-desa tersebut kini justru belum bisa berfungsi sebagai pusat perekonomian masyarakat layakanya pasar-pasar yang sudah ada sebelumnya. Seperti salah satunya bangunan pasar yang ada di Desa Ekasari, Melaya. Sejak dibangun hampir dua tahun lalu, bangunan pasar yang terdiri atas tempat berjualan berupa los dan kios ini justru hingga kini masih sepi pedagang.  Dari pantauan dilokasi pasar desa ini, Minggu (15/7), tampak dari 10 kios yang dibangun hanya dua kios yang buka dan dimanfaatkan pedagang. Bahkan tidak ada satupun pedagang yang memanfaatkan bangunan los yang posisinya berderet untuk berjualan. Kondisi belasan los tersebut malah tampak kotor dan ada meja los yang tampak dipenuhi botol bekas. Sejumlah warga sekitar bangunan pasar ini mengakui kondisi bangunan pasar ini sejak selesai dibangun dan diserahkan kedesa oleh Pemkab Jembrana pada Februari 2017 lalu, hingga kini tidak ada pedagang yang memanfaatkannya untuk berjualan. Kendati bangunan kios tersebut dikatakan sudah ada pedagang yang mengisinya namun menurut warga tidak ada pedagang yang berjualan dipasar itu. "Kios itu semua ada yang isi tapi tidak ada yang buka/jualan. Bahkan ada yang baru mencoba jualan. Pernah diisi satu dua pedagang karena lama sepi pembeli jadi tutup lagi," ungkap salah seorang warga Ekasari. Agar tidak terkesan mubasir, pihak desa bersama pengelola menurut warga harus lebih gencar melakukan sosialisasi dan Pemkab Jembrana tidak lepasa tangan begitu saja setelah penyerahan bangunan kedesa. "Sebenarnya jika ingin ada pedagang yang berminat jualan di pasar Desa Ekasari, pihak desa dan kepala pasar melakukan sosialisasi lebih intensif lagi. Pemkab juga harus melakukan langkah-langkah pemberdayaan, jangan hanya membangun fisik saja," ujar warga.  Dengan adanya bangunan model seperti itu justru banyak pedagang yang malah enggan berjualan. "Jadi kesannya dipaksakan untuk dibangun seperti itu," tandasnya. Perbekel Ekasari, Gede Puja dikonfirmasi melalui poselnya tidak menjawab. Namun saat dikonfrimasi terkait kondisi pasar diwilayahnya ini melalui WA. Ia mengaku pasar tersebut saat ini jalan namun kurang ramai. Sementara Kadis Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Jembrana, Made Gede Budhiarta justru membantah kondisi pasar Desa Ekasari dikatakan mangkrak ataupun mubasir. Menurutnya bangunan pasar itu sudah selesai dan sudah diserahkan ke desa. "Ada yang jualan tapi belum maksimal. Kami akan carikan solusi dan maksimalkan," jelasnya.  Pihaknya juga akan meminta pihak desa memaksimalkan fungsi pasar desa tersebut. "Kami akan komunikasikan dan fasilitasi dengan pihak desa," tandasnya.  

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Rumah Lansia Ludes Terbakar, Uang Rp50 Juta Ikut Hangus

balitribune.co.id | Negara - Rumah permanen milik pasangan lanjut usia di Banjar Munduk Tumpeng, Desa Berambang, Kecamatan Negara, Jembrana, terbakar pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 14.00 WITA. Dalam musibah tersebut, uang tunai yang diduga senilai Rp50 juta ikut terbakar bersama sejumlah barang berharga lainnya. Total kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.