Diposting : 12 February 2020 19:16
A.A. Samudra Dinata - Bali Tribune
Bali Tribune / I Made Subrata
balitribune.co.id | Bangli - Sambil menunggu turunnya rekomendasi dari partai Golkar paket calon bupati dan wakil bupati I Made Subrata – Ngakan Made Kutha Parwata (SUTA) diisukan bakal mendaftar lewat jalur independent. Hal ini ditempuh paket kolaborasi Kintamani - Tembuku ini sebagai bentuk langkah antisipasi seandainya tidak mendapat rekomindasi dari partai Golkar. Bahkan disebutkan jika sampai tanggal 19 Februari rekomindasi dari partai Golkar tidak turun maka paket ini akan mendaftar lewat jalur independent.
 
Terpisah I Made Subrata saat dikonfirmasi terkait kebenaran isu kalau dirinya bakal mendaftar lewat jalur independen, mantan Perbekel Desa Bunutin, Kecamatan Kintamani ini dengan tegas membatah hal tersebut. “Tidak ada seperti itu, paket SUTA masih menunggu turunnya rekomendasi dari partai Golkar,” ujar Made Subrata yang nota bene adik dari Bupati Bangli I Made Gianyar Rabu (12/2)
 
Lanjut Made Subrata, memang ada desakan dari pendukung atau simpatisan agar dirinya mendaftar lewat jalur independen sebagai bentuk langkah antisipasi. Menurutnya maju lewat jalur independen cukup berat karena persyaratan yang harus dipenuhi terbilang rumit. “Kami sebagai kader Golkar tetap menunggu turunnya rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar,” jelas calon yang dianggap pesaing terberat calon yang akan diusung  PDIP.
 
Kata Made Subrata, informasi tahapan turunya rekomendasi masih pada proses survei namun demikian Made Subrata berharap agar rekomendasi bisa secepatnya turun. Dengan mengatongi rekomendasi maka calon akan lebih maksimal turun ke masyarakat. “Semakin cepat turun rekomendasi tentu dari segi waktu calon lebih diuntungkan dan akan dapat berjuang lebih maksimal,” kata Made Subrata.
 
Di sisi lain, Plt Ketua DPD Golkar Bangli Gusti Made Winuntara mengatakan sampai saat ini masih pada tahapan survey. Menurut  Winuntara, survei akan berakhir minggu ini. Setelah itu akan ada pleno dimana hasil survei akan dibuka  dan  akan dilihat hasil penjaringan serta diisi peyampaian visi dan misi dari para calon. “Hasil dari pleno ini nantinya dijadikan dasar DPD II untuk mengajukan calon dan untuk dimintakan rekomendasi ke DPP,” jelas Winuntara.
Bali Tribune/ Ngakan Made Kutha Parwata
Seperti diberitakan sebelumnya  dua paket calon yakni I Made Subrata – Ngakan Kutha Parwata  dan paket Ida Bagus Giri Putra – Sang  Nyoman Putra Erawan mendaftar di Golkar. Kedua paket ini sama- sama masih menunggu turunya rekomendasi. Kedua paket ini dianggap memilki kantong massa yang hampir berimbang. Untuk Made Subrata diyakni akan mampu mendulang suara di Kintamani Barat dan sebagian Kintamani Timur. Nama Made Subrata tidak bisa lepas dari nama besar kakaknya I Made Gianyar yang kini menjabat sebagai Bupati Bangli. Sementara Ngakan Kuta Parwata  yang juga mantan Ketua DPRD Bangli periode (2014-2019) dari PDIP ini diprediksi akan merebut suara maksimal di Kecamatan Tembuku. Pasalnya kini muncul fanatisme kewilayahan dimana Ngakan Kutha Parwata berasal dari Desa Bangbang Kecamatan Tembuku. Tidak itu saja Ngakan Kutha Parwata dianggap bisa menggerogoti suara PDIP. Tentu ruang Made Subrata mendapatkan rekomindasi terbuka lebar pasalnya yang bersangkutan merupakan kader Golkar.
 
Sedangkan Ida Bagus Giri Putra yang kini menjabat sebagai Sekda Bangli ini diprediksi akan meraih suara signifikan di kecamatan Bangli khusunya di wilayah kota Bangli, Susut dan di beberapa wilayah kecamatan Tembuku. Selain itu dukungan juga muncul dari kalangan ASN. Sementara Sang Putu Putra Erawan sebelumnya sempat menjabat sebagai kepala Desa Awan, Kecamatan Kintamani. Ditangan Sang Nyoman Putra Erawan berbagai prestasi baik ditingkat daerah mapun nasional diraih desa Awan. Sang Nyoman Putra Erawan dprediksi akan mampu meraih suara di beberpa desa di Kintamani Barat dan Timur seperti desa Sukawana dan desa lainnya.