Bali Tribune, Selasa 19 Juni 2018
Diposting : 28 February 2018 08:30
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
Posyandu
Keterangan Gambar: 
dr. Nyoman Suratmika

BALI TRIBUNE - Program pencanangan Imunisasi Japanese Encephalitis (JE),  akan dilakukan di Kabupaten Tabanan, pada tanggal 1 Maret 2018. Dimana nantinya Kabupaten Tabanan dijadikan project untuk program Imunisasi JE tersebut. Dimana pada hari kamis (1/3) besok Menteri Kesehatan akan hadir untuk memantau program imunisasi JE tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Nyoman Suratmika, Selasa (27/2). Menurut dr. Suratmika, JE tersebut disebabkan oleh Virus, dimana virus  berada pada babi kemudian ditularkan melalui nyamuk Culek ke tubuh manusia, dan apabila ada manusia yang terinfeksi, umumnya pada anak-anak maka efeknya sangat fatal ada dua kemungkinan yaitu hidup atau mati. "Umumnya yang diserang anak-anak, apabila manusia terkena virus tersebut, kalau hidup ada kemungkinan cacat tergantung pada kerusakan pada otaknya bisa lumpuh, tidak bisa bicara seperti orang stroke, kalau fatal bisa menyebabkan kematian," ungkapnya.

Menurut Suratmika, penyakit tersebut sebenarnya sudah lama ada, tetapi di Indonesia baru sekarang pecananganan imunisasinya, sedangkan negara lain sudah lebih awal, karena di Indonesia tidak mayoritas memelihara babi, hanya di Bali dan Manado, sehingga perjuangan dalam mendapatkan imunisasi agak lama. Tetapi hal tidak masalah karena sekarang sudah dicanangkan secara Nasional dari Menteri Kesehatan. Dimana dalam pelaksanaannya berlangsung selama dua bulan penuh, dan yang menjadi sasaran adalah bayi umur 9 bulan sampai anak umur 15 tahu.

Suratmika menambahkan, untuk mendapatkan imunisasi ini masyarakat bisa datang ke Posyandu, untuk bayi yang berumur 9 bulan ke atas. Sedangkan untuk anak yang sudah bersekolah maka akan dikunjungi ke sekolahnya sampai tingkat SMP. " Nanti untuk mendapatkan imunisasi JE ini masyarakat bisa datang ke Posyandu, dan untuk anak sekolah akan didatangi ke sekolah-sekolah. Kalau ada yang tercecer maka nanti bisa datang ke Puskesmas untuk mendapatkan imunisasi tersebut," lanjutnya.

Dikatakan, pada hari Kamis (1/3). Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek akan hadir di Tabanan untum mencanangkan secara Nasional Imunusasi JE. Kabupaten Tabanan dijadikan project untuk pencanangan imunisasi JE. Pada tanggal 1 Maret besok akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Tempat yang akan dijadikan project adalah TK Bhayangkara Tabanan SD 1 Dajan Peken, dan SMPN 1 Tabanan. "Rencananya Ibu Menteri Kesehatan akan meninjau di SMPN 1 untuk pelaksanaan imunisasi secara langsung. Nanti ada ratusan pelajar akan di imunisasi dan dikerjakan oleh seluruh tim puskemas Tabanan dan didampingi oleh Dokter spesialis," jelasnya.

Setelah selesai pencanangan imunisasi JE yang akan berlangsung selama dua bulan, setelah itu nantinya setiap masyarakat yang memiliki anak wajib mendapatkan vaksinasi rutin yang akan dilaksanakan setiap tahun, bersamaan dengan imunisasi lainnya. Di Tabanan nantinya akan ada anak yang berumur 9 bulan sampai umur 15 tahun yang akan mendapatkan imunisasi JE sebanyak 84.454 orang.

Kasus virus JE di Tabanan pernah terjadi pada tahun 2017. Ada anak yang umur 14 tahun di Daerah Belatungan, menderita cacat tubuh akibat serangan virus tersebut. Selain itu juga ada kasus yang sama di Desa Beraban, Kediri, mengalami cacat akibat terkena virus tersebut.