Diposting : 22 November 2019 23:36
Khairil Anwar - Bali Tribune
Bali Tribune/ Ida Bagus Indra Kusuma
balitribune.co.id | Singaraja - Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) diduga melakukan penipuan dengan cara menjanjikan korbannya diterima menjadi pegawai di instansi pemerintah. Warga Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, bernama Ida Bagus Indra Kusuma adalah korbannya dan tertipu ratusan juta rupiah.Ia pun lantas melaporkan pelakunya ke Polres Buleleng, Jumat (22/11).
 
Kasus ini bermula dari proses perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2014 lalu.Tak tanggung-tanggung, total uang yang ditipu oleh terduga pelaku berinisial KYS yang tak lain adalah oknum PNS di salah satu instansi Pemkab Buleleng mencapai Rp200 juta.
 
Usai melapor, Indra Kusuma bercerita awal mula kena tipu. Indra mengaku tak lulus seleksi CPNS tahun 2014. Saat itu ia melamar formasi guru SD di lingkup Pemkab Buleleng. Kebetulan antara ibu dari Indra Kusuma dengan  KYS saling kenal karena sama-sama pegawai di Pemkab Buleleng.
 
"Awalnya dia (KYS, red) itu datang, katanya siap bantu tapi prosesnya di pusat. Dia bawa berkas saya ke Jakarta. Terus  minta untuk disiapkan (uang, red) totalnya mencapai Rp 200 juta. Lalu dia bawa bendel berkas SK Komulatif, di sana ada nama saya lengkap dengan NIP," tutur Indra Kusuma.
 
KYS,kata Indra,mulai intens melakukan pendekatan dengan maksud menipu setelah sebelumnya menunjukkan SK Komulatif. Bermodal berkas SK Komulatif yang belum diketahui keasliannya, KYS meminta sejumlah uang kepada Indra.Anehnya, korban menyanggupi dengan memberikan uang sebanyak 5 tahap.
 
Pertama korban memberikan uang  sebesar Rp75 juta, kemudian tahap kedua sebesar Rp 50 juta, tahap ketiga sebesar Rp 35 juta, tahap keempat sebesar Rp25 juta dan tahap kelima yakni sebesar Rp15 juta.
 
"Semua penyerahan uang itu ada kwitansi maupun bukti transfer.Itu terjadi dari rentang waktu  Mei 2015 sampai Januari 2016, tapi nyatanya sampai sekarang gak ada apa. Sempat  uangnya akan diambil namun yang bersangkutan tidak ada, rumah kosong," imbuh Indra.
 
Tak hanya itu,sebelum melapor,Indra mengaku berusaha melakukan pendekatan untuk menyelesaikan dengan cara kekeluargaan, namun karena tidak ada hasil maka ia akhirnya melapor ke Mapolres Buleleng atas dugaan penipuan.
 
"Awalnya akan saya laporkan, tapi dia ngancam bilang saya juga kena karena penyuapan, saya takut.Karena sudah tidak ada itikad baik  maka saya laporkan ke polisi," katanya.
 
 Seizin Kapolres Buleleng, Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu. Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan  dugaan penipuan dengan iming-iming menjadi PNS. "Ini baru pengaduan masyarakat. Sekarang masih dalam penyelidikan di Satreskrim. Nanti kalau ada perkembangan lebih lanjut, akan kami sampaikan," ujarnya.