Diposting : 19 December 2019 06:03
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Bali Tribune/ PLUT - Gedung PLUT Jembrana yang baru terbentuk sekitar lima bulan.
balitribune.co.id | Negara - Setelah terbentuk pada 2019 ini, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Jembrana dituntut mendorong tumbuhnya wirausaha baru serta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar lebih berkembang. Dengan hanya lima konsultan pendamping, ditargetkan melahirkan 1000 wirausaha serta UMKM baru pada tahun 2020 mendatang. 
 
Kepala Dinas Koperasi Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Jembrana I Komang Agus Adinata mengatakan setelah mulai beroprasi hampir lima bulan, PLUT Jembrana yang terletak di Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana baru memiliki lima ornag konsultan pendamping. “Saat ini PLUT memiliki 5 konsultan pendamping, yaitu bidang Kelembagaan, SDM, Produksi, Pembiayaan dan Pemasaran,” ungkapnya.
 
Dengan mengandalkan lima konsultan aktif yang dimiliki saat ini, upaya menumbuhkan wirausaha baru aktif dilakukan melalui program start up, workshop dan pelatihan. Beberapa upaya diantaranya PLUT Jembrana dengan mengadakan program pendampingan di desa dan kelurahan, program lomba startup kewirausahaan serta workshop, konsultan PLUT aktif memberi pelatihan sesuai bidangnya masing masing,” ujarnya. 
 
Dukungan kepada wirausaha atau UMKM yang dilakukan oleh PLUT bentuknya kolaborasi. Selain itu juga sinergitas baik pengusaha besar dengan wirausaha baru (mikro). Kurun waktu lima bulan sejak aktif terbentuk, PLUT Jembrana sudah menyusun program baik jangka pendek maupun menengah. Program tersebut menurutnya juga untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi UMKM. Salah satunya pihaknya mengaku menyadari persoalan akses permodalan yang seringkali menjadi momok bagi wirausaha pemula untuk memulai sebuah usaha. “Program jangka pendek kita rutin melakukan pendampingan terhadap permasalahan yang dihadapi UKM. PLUT Jembrana juga telah memfasilitasi usaha mikro melalui perijinan baru melalui sistem OSS (Online single submisiion). Sedangkan jangka panjangnya kita targetkan UKM (mikro) Jembrana bisa berkembang dan naik kelas,” paparnya. 
 
Sementara Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah I Putu Eka Arta menyatakan PLUT ini sejak awal memang  tidak menyediakan modal bantuan. Menurutnya, terkait permodalan, PLUT hanya memberikan akses bagi wirausaha UMKM untuk mendapatkan modal dari lembaga keuangan. Begitupula dalam menciptakan wirausaha baru, diakuinya PLUT ini tidak bisa bekerja sendiri dan memerlukan dukungan lintas OPD maupun peran swasta. “Ke depan kita akan lakukan penjajakan dengan perbankan serta BUMN lainnya, sehingga lebih banyak pihak yang terlibat untuk mencetak seribu wirausaha serta UMKM baru,” tandasnya.