Diposting : 2 December 2019 01:57
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Bali Tribune/ SEBAR BROSUR - KPA Kota Denpasar, bersama Dinas Kesehatan Kota Denpasar dan pelajar saat menyebarkan brosur, pembagian pita dan bunga mawar kepada masyarakat dalam peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) tahun 2019, di perempatan patung Catur Muka Denpasar, Minggu (1/12).
balitribune.co.id | Denpasar - Memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) di Kota Denpasar tahun 2019, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar bersama Dinas Kesehatan Kota Denpasar, melakukan bagi-bagi bunga mawar, pita red ribbon dan brosur terkait HIV/AIDS kepada masyarakat yang melintas di perempatan patung Catur Muka, Denpasar, Minggu (1/12). Kegiatan ini, melibatkan para pelajar, mahasiswa, komunitas peduli AIDS dan masyarakat umum.
 
Kegiatan yang mengangkat tema bersama masyarakat meraih sukses (tahun 2030 untuk tidak ada infeksi baru, tidak ada orang yang meninggal karena AIDS, dan tidak ada stigma dan diskrimansi terhadap ODHA) berlangsung pada pukul 07.30 Wita, yang dihadiri Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Denpasar, IB Eka Putra, bersama Sekretaris KPA, Tri Indarti.
 
Eka Putra, mengatakan peringatan Hari AIDS Sedunia dilaksanakan setiap, 1 Desember. Khusus di Kota Denpasar, dilaksanakan dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan peringatan HAS, seperti penyuluhan, kegiatan pemberian sembako dan kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat. ''Kami harapkan kepada masyarakat yang berperilaku beresiko untuk memeriksakan diri ke layanan-layanan VCT yang ada di Kota Denpasar, baik itu rumah sakit maupun puskesmas,'' kata Eka Putra.
 
Ditambahkan Eka Putra, dalam penanganan HIV/AIDS masih ada stigma kepada penderita HIV/AIDS, serta ada yang juga tidak mau terus terang memeriksakan diri ke layanan-layanan yang sudah tersedia. Untuk aksi pembagian bunga, pita dan brosur tidak hanya dilakukan di perempatan patung Catur Muka saja, tapi juga dilakukan di perempatan Ubung, Sanur, dan perempatan lainnya untuk mengingatkan kepada masyarakat bahaya penyakit HIV/AIDS yang sekarang sudah ada obatnya, dan jika ada penderita diharapkan berobat dan minum obat ARV secara teratur.
 
Aksi peringatan HAS yang melibatkan pelajar, lanjut dia, karena pelajar merupakan bagian KSPAN dari SMP, SMA dan KNPA mahasiswa. Dengan adanya KSPAN diharapkan bisa diinformasikan, sehingga sanpai tidak tertular HIV/AIDS.
 
Sementara Tri Indarti, menyatakan peringatan HAS di Kota Denpasar ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga masayarakat berperan aktif di dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, sehingga epidemi HV/AIDS bisa turun. Untuk peringatan HAS ini, dilakukan berbagai kegiatan-kegiatan, seperti lomba poster dan penilaian lomba karikatur tingkat SMP, sosialissai atau penyuluhan mobil VCT, dialog interaktif, sosialissai melalui media tradisional Cenk Blonk, penyerhan hadiah loma, pemberian bantuan sembako kepada ODHA kurang mampu, donor darah, dan pemasangan baliho dan spanduk.
 
Sesuai tema peringatan HAS tahun 2019, bersama masyarakat meraih sukses. Dalam artian pada tahun 2030 untuk tidak ada infeksi baru, tidak ada orang yang meninggal karena AIDS, dan tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.
 
Salah satu pelajar yang ikut serta dalam peringatan HAS, Putu, menyatakan dengan peringatan HAS ini supaya masyarakat bisa mengetahui dan sadar supaya tidak terkena HIV/AIDS. Dengan memberikan brosur dan bunga ini, diharapkan masyarakat juga tahu apa itu HIV/AIDS, mengindari penyakit HIV/AIDS dan tidak melakukan seks bebas, serta tetap setia sama pasangan.