Diposting : 2 February 2018 19:40
Redaksi - Bali Tribune
banjir bandang
MATI – Ribuan ekor ayam siap jual mati diterjang banjir. Peternak rugi puluhan juta rupiah.

BALI TRIBUNE - Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Selat, Karangasem. Ribuan ekor ayam milik salah satu peternak di Banjar Pagubugan, Desa Duda, Kecamatan Selat, mati seluruhnya akibat diterjang banjir lumpur dari luapan Sungai Tukad Panti, di desa setempat Kamis (1/2).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kamis kemarin, sebelum terjangan banjir lumpur yang cukup besar itu terjadi, memang terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi selama seharian penuh. Pemilik Kandang dan ribuan ekor ayam yang mati itu, I Nengah Sudarma, kepada wartawan kemarin mengaku tidak menyangka musibah itu akan menimpanya.

Sebelumnya banjir lahar dingin sempat menerjang beberapa kali, namun tidak sampai separah kemarin. Apalagi di alur sungai Tukad Panti itu juga sudah dipasangi tanggul, sehingga dirinya mengaku tidak terlalu khawatir. Namun ternyata di luar dugaan, banjir datang lebih besar dari sebelumnya dan langsung merendam ribuan ekor ayam buras siap jual hingga ayam piaraannya itu mati seluruhnya, selain juga banyak yang hanyut terbawa derasnya banjir.

"Dari 4.500 ekor, setengahnya mati terendam. Banyak yang hanyut terbawa banjir,’’ sebutnya, sembari mengakui jika aliran air Tukad Panti sudah meninggi sejak Rabu malam akibat hujan deras di lereng Gunung Agung.

"Semakin malam volume air makin besar dan sekitar pukul 05.30 Wita. Air sungai tiba-tiba meluap menerjang kandang yang berada sekitar 50 meter di belokan sungai," ungkapnya.

Setelah banjir reda, Sudarma bersama sejumlah buruh berusaha menyematkan ayam dan perlengkapan kandang yang masih tersisa. Ayam yang masih hidup terpaksa diobral Rp 5.000 per ekor dari standar Rp 25.000. Ayam yang baru berusia tiga minggu itu terpaksa dijual murah karena dirinya sudah tidak punya tempat untuk menampungnya.

Sementara itu, di Kecamatan Kubu, banjir bandang juga menerjang Tukad Dalem, pada Kamis pagi kemarin. Banjir yang melintasi badan jalan di jalur Singaraja-Amlapura itu juga sempat memutuskan jalur lalulintas dari dua jalur. Jalur baru bisa dilewati setelah banjir menyurut.