Bali Tribune, Jumat 15 Desember 2017
Diposting : 12 April 2016 15:44
habit/adv - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
NYANYI - Ibu – ibu Dharma Wanita Persatuan, unjuk keboleh olah vocal dalam lomba bernyanyi serangkaian HUT Kota Gianyar tahun 2016

Gianyar, Bali Tribune

Serangakaian HUT Kota Gianyar ke-245, ibu-ibu dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Gianyar unjuk kebolehan berkaraoke membawakan lagu maskot Gianyar yaitu Bunga Pucuk. Usai lomba bernyanyi, dilanjutkan dengan lomba merangkai gebogan dengan bahan buah dan jajan lokal di Balai Budaya Gianyar, Senin (11/4).

Berbalut busana kebaya tradisional, peserta membawakan lagu dengan apik. Meski kadang terdengar suara yang tak beraturan, namun keseluruhan performa dari peserta rata-rata tampak sangat kompak. Ditambah varian tari variasi di sela-sela bernyanyi, semakin memberi kesan seni dan gerakan indah dari ibu-ibu itu.

Ketua DWP Kabupaten Gianyar Ida Ayu Sri Ambari mengatakan, lomba dimaksudkan untuk membangun persatuan antar anggota DWP. Yang notabena anggota DWP merupakan istri para pejabat SKPD Kabupaten Gianyar. Kegiatan tersebut bermanfaat sebagai wadah bagi perempuan untuk berekspresi mengeluarkan potensi yang dimilikinya. ”Tujuan utamanya adalah kebersamaan,” kata dia.

Dayu Ambari menjelaskan, peserta dibagi menjadi 10 kelompok, beranggotakan lima atau enam orang. Mereka wajib membawakan lagu Bunga Pucuk sebagai maskot kebanggaan Kota Gianyar. Ditambah lagu bebas. Kriteria pemenang lomba bernyanyi akan ditentukan oleh kekompakkan, perpaduan suara dengan gerak, dan chemistry antar peserta. Dipilihnya lagu wajib Bunga Pucuk juga sebagai ajang sosialisasi, agar masyarakat semakin tahu lagu maskot Kota Gianyar. ”Nantinya, ibu-ibu DWP yang mengenalkan lagu ini kepada warga,”ucap istri Sekda Gianyar Ida Bagus Gaga Adi Saputra itu.

Perempuan yang juga Kepala BPPKB Kabupaten Gianyar itu mengatakan, untuk lomba merangkai gebogan wajib mempergunakan buah lokal, yang dikombinasikan dengan jajan tradisional dan janur. Tinggi susunan buah dan jajan diatas dulang 50 cm dibawah janur atau canang. Peserta diberikan waktu 60 menit untuk menyelesaikan gebogan. Adapun standar yang dinilai meliputi kesegaran, kombinasi, keindahan, dan kreatifitas.

Asisten I Setda Gianyar Cokorda Agusnawa menyambut baik pergelaran lomba tersebut. Hal itu sangat berguna untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota. Juga sebagai ajang untuk lebih membangun komunikasi yang intens. Dia menilai ibu – ibu DWP Kabupaten Gianyar memiliki potensi untuk turut berkarya, mendukung kinerja suami dalam pengabdian membangun Kabupaten Gianyar. ”Saya harap ibu-ibu berkarya lebih hebat lagi untuk menunjang peran pejabat SKPD,”tandasnya.