Diposting : 3 February 2020 01:40
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Bali Tribune / I Made Prihenjagat
balitribune.co.id | Negara - Setelah pensiun dari Korp Bhayangkara, nama I Made Prihenjagat kini semakin meramaikan kontestasi politik menjelang Pilkada Jembrana 2020. Bahkan mantan Kabag Sumda Polres Jembrana tersebut kini masuk dalam figure yang akan disurvey Koalisi Jembrana Maju (KJM). Bahkan jagat yang merupakan figur non parpol akan bersaing dengan dua politisi kawakan.
 
 Sabtu (1/2) lalu, Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gde Adi Wibawa melepas anggota Polri di lingkungan Polres Jembrana yang memasuki masa purnatugas. Dari tujuh personel Polri yang dilepas tersebut, salah satunya Kabag Ops Polres Jembrana Kompol I Made Prihenjagat. Memang menjelang perhelatan Pilkada Jembrana 2020, nama perwira menengah polisi tersebut sudah muncul di permukaan sebagai salah satu figure yang akan ikut meramaikan kontestasi Pemilihan Bupati (Pilbup) Jembrana.
 
Sabtu (12/12) lalu, sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan Komunitas Batis Belah-Belah telah mendaftarkan tokoh asal Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara ini sebagai bakal calon Bupati Jembrana melalui Koalisi Jembrana Maju besutan Golkar bersama enam partai politik di Jembrana. Setelah pensiun, pergerakan purnawirawan polisi ini bersama pendukungnya untuk bisa mendapat tiket memperebutkan posisi Jembrana satu akan semakin gencar.
 
I Made Prihenjagat ditemui, Minggu (2/2), mengakui seharunya ia pensiun diusia 58 tahun pada tahun 2021 mendatang. Namun pensiun dirinya dari Korp Bhayangkara yang telah diembannya selama 36 tahun ata sejak 1984 memang lebih awal, salah satunya adalah untuk dapat mengikuti perhelatan politik lima tahunan ini. “Setelah pensiun dan kembali sipil, jelas lebih focus bergerak” ujarnya. Bahkan Minggu kemarin ia juga telah dipanggil ke Sekretariat Koalisi Jembrana Maju terkait keikutsertaannya sebagai bakal calon.
 
Kendati sejak awal sebagai figur dil uar parpol namanya digadang-gadang akan melalui jalur perseorangan, namun ia mengaku sudah didaftarkan melalui koalisi tujuh partai ini oleh relawannya. “Tetap melalui koalisi,” tegasnya. Dengan berbekal dukungan dari masyarakat, ia mengaku tidak akan menggunakan strategi menjatuhkan figure lain maupun membawa nama-nama tokoh. “Tidak membawa nama tokoh lain, bawa nama diri sendiri saja, yang penting masyarakat sudah mendukung,” jelasnya.
 
Dikatakannya, pemanggilan dirinya ke Koalisi Jembrana Maju Minggu kemarin terkait dengan mekanisme survey bakal calon. Menurutnya ada dua figure politisi yang juga akan disurvey oleh Koalisi Jembrana Maju, yakni I Nengah Tamba yang merupakan politisi Demokrat, dan I Ketut Widastra yang merupakan politisi Golkar. Ia mengaku hanya akan memperebutkan posisi calon bupati Jembrana. “Tetap Jembrana Satu. Tapi nantinya hasil survey tertinggi yang akan direkomendasikan dicalonkan oleh koalisi,” paparnya.