Diposting : 4 February 2020 03:49
Agung Samudra - Bali Tribune
Bali Tribune/ I Made Gianyar.
balitribune.co.id | Bangli - Keinginan prajuru adat dan pengelola obyek wisata Desa Penglipuran agar fasiltas jalan diperlebar mendapat respon postif dari Bupati I Made Gianyar. Bupati asal Desa Bunutin, Kecamatan Kintamani ini bahkan telah memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bappeda Bangli turun melakukan kajian.
 
Menurut Made Gianyar, obyek wisata Penglipuran adalah termasuk destinasi wisata Bangli, bahkan keberadaanya mampu menyumbang PAD buat Bangli. “Memang ada keingian dari prajuru dan pengelola agar akses jalan diperlebar,” ujar Made Gianyar, Senin (3/2).
 
Dikatakan, akses jalan menuju obyek wisata Penglipuran termasuk jalan melingkar yang ada saat ini tergolong sempit. “Untuk lebar jalan melingkar yang ada kurang dari enam meter, sempitnya jalan tentu satu sisi badan jalan tidak bisa difungsikan parkir kendaraan. Selain itu bus pariwisata juga tidak bisa menggunakan akses jalan melingkar tersebut,” kata Made Gianyar sembari mengaku belum lama ini sempat bertemu dengan para tokoh masyarakat dan pengelola abyek wisata Penglipuran.
 
Terkait usulan tersebut kata Made Gianyar telah memerintahkan Kadis PU dan Kepala Bappeda melakukan survai. Dari hasil survai baru bisa dibuatkan Detail  Engineering Design (DED). Untuk kegiatan mungkin baru bisa direalisasikan di anggaran perubahan nanti. “Untuk pelebaranan hanya mengaspal bahu jalan yang ada, jika awalnya badan jalan lebarnya hanya enam meter setelah bahu jalan diaspal lebarnya sekitar 8 meter, sehingga kendaraan besar bisa melintas,” ungkap Made Gianyar.
 
Pengelola obyek wisata Desa Penglipuran I Nengah Moneng mengatakan obyek wisata Penglipuran membutuhkan peningkatan fasilitas pendukung termasuk pelebaran akses jalan baik jalan utama maupun jalan melingkat. “Kondisi krodit terjadi ketika terjadi lonjakan kunjungan wisatawan, dimana  sentra  parkir utama di sebelah timur obyek penuh terpaksa bus  parkir di depan obyek. Bila parkir diareal depan monument perjungan, tidak memungkinkan karena  ketika keluar dari parkiran harus melewati jalan melingkar sedangkan kondisi jalan sempit,” jelasnya. 
 
Terkait harapan adanya pelebaran jalan, kata Nengah Moneng bahwa instansi terkait sudah turun beberapa hari lalu dan menemui bendesa adat Penglipuran. “Untuk rencana pelebaran jalan, sudah ada petugas yang turun untuk melakukan pengecekan,” ujarnya. Saat ini di obyek wisata Penglipuran masih menggunakan tarif lama. Namun demikian tarif yang baru akan diikuti, hanya saja masih menunggu moment yang tepat.