Diposting : 8 December 2018 19:39
Agung Samudra - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
MONITORING - Kepala Kejaksaan Negeri Bangli, Nur Handayani monitoring proyek di RSU Bangli.
BALI TRIBUNE - Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangli melakukan monitoring terhadap sejumlah kegiatan fisik pembangunan,  yang mendapat pengawalan dari Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah  dan Pembangunan Daerah (TP4D), Jumat (7/12). 
 
Dua kegiatan fisik yang disasar pihak kejaksaan yakni pembangunan  ruang rawat inap dan ruang management RSUD Bangli, serta peninjauan panorama Gunung Batur di Kecamatan Kintamani. Untuk kegiatan monitoring tim dibagi dua. Untuk monitoring di RSUD  Bangli dipimpin langsung oleh Kajarai Bangli, Nur Handayani SH, sementara untuk monitoring peninjoan panorama gunung batur dipimpin Ketua Tim TP4D, Marhanianto SH.
 
Ditemui di sela-sela monitoring, Kajarai Bangli Nur Handayani SH mengatakan kegiatan monitoring memang rutin dilakukan. Sebutnya, dari kasat mata memang hasil pekerjaan bagus dan pengerjaan sesuai dengan progress. “Untuk  ruang perawat sudah rampung dan tinggal dilakukan pembersihan sedangkan untuk ruang magement masih tahap finising,” ungkapnya.
 
Beber Nur Handayani, sebelum proyek diserahterimakan tentu harus dilakukan kajian dengan melibatkan tim ahli dan jika seandainya ditemukan penyimpangan maka akan dikoordinasikan dengan Inspektorat. “Apa yang menjadi temuan, kami sampaikan ke Inspektorat selaku tim pemeriksa di kabupaten,” ujarnya.
 
Kasi Intel Kejari Bangli Marhaniyanto melakukan monitoring ke proyek peninjauan panorama di Penelokan, Kecamatan Kintamani. Dikatakan, sejauh ini pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan lancar, khusus yang berkaitan dengan hukum tidak ada persoalan. “Sementara ini tidak ada masalah, baik administrasi maupun pelaksanaan pembangunan,” sebutnya.
 
Di sisi lain, untuk progress proyek ini baru sekitar 85 persen, sedangkan  massa kontrak hingga 25 Desember mendatang. Ditanya rampung tidaknya proyek tersebut, pihaknya tidak berani memastikan. Dikatakan bahwa pembayaran sesuai dengan progress atau hasil pekerjaan. Kemudian TP4D sendiri mengawal atau melakukan pendampingan untuk 21 kegiatan, mulai dari pembangunan gedung seperti RS, pasar, hingga jembatan.