Bali Tribune, Minggu 27 Mei 2018
Diposting : 6 November 2017 19:52
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
dermaga
Keterangan Gambar: 
DERMAGA - Untuk mengontrol tonase kendaraan akibat perbedan kekuatan dermaga di kedua pelabuhan, kini akan dibangun jembatan timbang.

BALI TRIBUNE - Kondis Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk selalu menarik perhatian sejumlah pihak. Kondisi pelabuhan ini memang memiliki sejumah perbendaan dengan Pelabuhan Penyeberangan Ketapang yang berada di seberangnya. Salah satunya adalah perbendaan kekuatan dermaga.

Perbedaan kekutatan antara dermaga pada kedua pelabuhan penyeberangan yang dioperasikan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyebabkan pengguna jasa penyeberangan, terutama kendaraan yang akan menyeberang, beratnya harus benar-benar dikontrol secara maksimal.

Kendati tidak jauh dari pintu masuk pelabuhan telah terdapat jembatan timbang kendaraan yang kini dioperasikan oleh Kemeterian Perhubungan, namun untuk mengontrol berat kendaraan yang akan menyeberang melalui Selat Bali, pihak PT ASDP Indonesia Ferry kini juga mulai membangun jembatan timbang. Lokasi pembangunan jembatan timbang ini berada di loket tiket masuk pelabuhan. Dengan kondisi perbedaan kekuatan dermaga pada kedua pelabuhan, saat in baik di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk mapun Pelabuha Penyeberangan Ketapang juga mulai dibangun satu jembatan timbang yakni di loket tiket kendaraan barang yang ada di masing-masing pelabuhan.

Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry unit Pelabuhan Gilimanuk Heru Wahono dikonfrimasi, Minggu (5/11), mengatakan untuk dermaga Movile Bridge (MB) 1 dan 2 kendaraan yang naik kapal beratnya maksimal 35 ton dan MB 4 maksimal 20 ton. Sementara untuk dermaga Ponton maksimal hanya bisa dilintasi kendaraan dnegan berat 10 ton. Sedangkan berat kendaraan yang naik kapal melalui dermaga Landing Craft Macine (LCM) bebas. “Kerana kekuatan dermaga berbeda maka kendaraan yang menyebrang harus kami control dengan jembatan timbang itu. Semua demi pelayanan terutama keamanan pengunan jasa dan keamanan dermaga,” jelasnya.

Ia juga menyatakan sampai saat ini belum ada pembatasan terhadap berat kendaraan yang boleh menyeberang karena menurutnya belum ada intruksi dari pemerintah. Kendaraan yang melebihi kekuatan dermaga MB dan Ponton saat ini masih bisa menyeberang melalui dermaga LCM. “Kalau nanti ada penerapanan berat kendaraan maksimal yang boleh menyeberang, kita tinggal melaksanakan. Untuk sekarang ini belum ada karena kendaraan berat masih bisa melalui dermaga LCM,” jelasnya. Ia menyebutkan untuk saat ini sementara baru satu jembatan timbang yang akan pihaknya bangun di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.

Pembangunan jembatan timbang itu juga dilakukan di Pelabuhan  Penyeberangan Ketapang. Ia mengaku setelah pembangunan jembatan timbang ini selesai, selanjutnya pihaknya akan melakukan pembangunan jembatan timbang disetiap loket tiket. “Setelah satu jembatan timbang selesai, kemudian di loket-loket lain akan menyusul dibangun,” jelas Heru Wahono.

Menurutnya, tujuan pembanguna jembatan timbang ini adalah untuk mengontrol berat kendaraan yang akan menyebrang karena kekuatan dermaga pada kedua pelabuhan yang ada tidak sama.