Diposting : 24 June 2019 12:11
Redaksi - Bali Tribune
Bali Tribune/ PUKUL GONG – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM RI Rully Indrawan memukul gong didampingi Bupati Karangasem mas Sumatri.
balitribune.co.id | Amlapura - Kementerian Koperasi dan UKM RI diwakili Sekretaris Kementerian Rully Indrawan didampingi Bupati Mas Sumatri selaku Ketua Presedium JKPI ke-7, melepas Pawai Pusaka Nusantara. Peserta pawai dilepas ditandai pemukulan gong, di depan Panggung Bencingah Lembu Agung Puri Gede Karangasem, Sabtu (22/6/2019). 
 
Pawai diikuti 25 kontingen  anggota JKPI se-Nusantara dan 8 kontingen kecamatan, satu kontingen Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD) serta satu kontingen MPP (Mall Pelayanan Publik) dan kontingen dari Kabupaten Gianyar. 
 
Salah satu penampilan pawai dari Kota Palembang dengan visinya Kota Palembang 2018-2023 adalah Palembang Emas Darussalam. Sebagai ibukota Provinsi Sumatera Selatan. Kota ini merupakan kota tertua yang ada di Indonesia, berasal dari abad ke 7 yang pada tanggal 17 Juni 2019 berulang tahun ke 1.336 tahun. Palembang menampilkan ciri khasnya pernah menjadi ibu kota Sriwijaya,  sebuah kerajaan Melayu yang memerintah sebagian dari Nusantara bagian barat dan mengusai rute perdagangan maritim, khususnya di Selat Malaka. 
 
Palembang digabungkan ke dalam Hindia Belanda pada tahun 1825 setelah penghapusan Kesultanan Palembang. Palembang diberi status sebagai kota pada 1 April 1906 dan sekarang sebagai Walikota Palembang Adalah Harnojoyo dan Wakil Walikota Fitrianti Agustinda.  Kota ini telah menjadi tuan rumah dari beberapa acara internasional, termasik Pesta Olahraga Asia Tenggara 2011 dan Pesta Olahraga Asia (Asian Games) 2018.
 
Bupati Mas Sumatri dalam sambutannya mengatakan, merupakan suatu kehormatan bagi Kabupaten Karangasem dipercaya sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Rakernas JKPI VII. Salah satu rangkaiannya adalah Pawai Pusaka Nusantara yang diikuti oleh 25 kabupaten/ kota anggota JKPI. Melalui pawai diharapkan masyarakat bisa melihat keberagaman adat, tradisi dan budaya yang dimiliki oleh masing-masing kabupaten/kota yang menjadi identitas masing-masjng kabupaten/kota yang menjadi kekayaan Nusantara. 
 
Melihat antusias peserta Pawai Pusaka Nusantara ini, Mas Sumatri mengutip pidato Mendiknas RI pada pembukaan pameran HUT Kota dan Rakernas JKPI tanggal 16 Juni yang lalu: “Jika Amerika dijuluki Negara Adidaya di bidang ekonomi, politik dan pertahanan maka sangatlah tepat jika Indonesia dijuluki Negara Adidaya di bidang adat, tradisi dan budaya.” 
 
Mas Sumatri dalam kesempatan itu juga menyampaikan, Karangasem merupakan salah satu dari 4 Kota Pusaka Indonesia yang saat ini juga sudah masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Dunia atau Organization of Wold Heritage Cities (OWHC). Untuk itu, Ia mengajak seluruh anggota JKPI dan lembaga terkait seperti BPPI serta lembaga kementerian, bisa bersama sama memperjuangkan salah satu kota pusaka Indonesia bisa menjadi warisan dunia. 
 
"Semoga Pawai Pusaka Nusantara dan jelajah pusaka yang nanti akan dilaksanakan, dapat memberi pengetahuan dan pengalaman baru tentang peradaban serta perkembangan kota-kota pusaka anggota JKPI," imbuhnya. 
 
Pawai juga dihadiri puluhan anggota JKPI se-Nusantara, Ketua TP PKK Provinsi Bali Nyonya Putri Koster, para pimpinan instansi vertical, BUMN/BUMD, tokoh agama dan tokoh masyarakat dan pemuda. Di akhir acara Bupati Mas Sumatri juga menerima rekor MURI atas Sajian Makan siang peserta terbanyak dalam 3 hari oleh Senior Muri, Ngardi.