Diposting : 5 February 2020 23:40
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Bali Tribune/ Wayan Ardiasa
balitribune.co.id | Semarapura - Kewajiban Pengurus Koperasi untuk melakukan RAT setiap penutup tahun merupakan sebagai bentuk pertanggung jawaban Pengurus Koperasi kepada anggotanya. Beberapa koperasi di Klungkung sudah banyak yang melakukan rapat anggota tahunan. Dari total 141 koperasi di Klungkung, tidak aktif 26 koperasi diantaranya dalam keadaan tidak sehat, malah ada 13 Koperasi diverifikasi diusulkan ke pusat untuk dibubarkan.
 
"Kami sudah rutin lakukan pembinaan ke Koperasi, dan hingga saat ini dari total 141 Koperasi yang ada ,sekitar 26  koperasi yang tidak aktif atau dalam keadaan sakit, dan dari jumlah itu ada 13 Koperasi yang diferifikasi diusulkan kepusat untuk dibubarkan," ujar Kadis Koperindag UKM Klungkung Wayan Ardiasa, Rabu (5/2).
 
Menurutnya, koperasi yang tidak aktif tersebut sudah beberapa tahun berturut-turut tidak melakukan rapat anggota tahunan (RAT). Meskipun demikian, menurutnya jumlah tersebut tidak terlalu signifikan. Di Klungkung pun ada beberapa koperasi yang juga berkembang pesat, salah satunya Koperasi Pasar Srinadi Klungkung. Koperasi tersebut menjalankan 9 bidang unit usaha dan memiliki aset mencapai Rp 261 miliar. Anggota sebanyak 13.068 orang, dan menjadikannya salah satu koperasi terbesar di Bali saat ini. 
 
Malah koperasi besutan mantan manager yang kini menjabat Bupati Klungkung Nyoman Suwirta ini bakal eksfansif di bidang usaha lain yang dipastikan akan membawa keuntungan bagi anggotanya. "Pertengahan tahun 2020, rencananya sudah bisa launching dan beroperasi unit usaha akomodasi wistaa kami. Kami sudah rancang pendiriannya di sekitar di sekitar kolam Wisata Tirta Srinadi," ujar Ketua Pengurus Koppas Srinadi Klungkung Ngakan Made Nata, ditemui usai RAT (Rapat Anggota Tahunan) di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Senin (27/1) lalu.
 
Menurutnya, Kopas Srinadi sedang berencana menggarap sektor akomodasi pariwisata, karena melihat peluang ini cukup besar di Klungkung. Sebab, dari banyak kegiatan pemerintahan di Klungkung maupun kunjungan pariwisata, rata-rata tamu pemerintah daerah maupun wisatawan memilih menginap di Kota Denpasar. 
 
Dirinya mengaku tidak berani terlalu berinvestasi besar-besaran di bidang akomodasi ini. Terlebih, melihat perkembangan pariwisata yang tidak menentu. Tidak sedikit pengusaha yang mandeg dan gagal saat terjun ke bisnis ini. Namun dengan adanya masalah besar penyebaran virus Corona yang menghantui dunia pariwisata saat ini, bisa diduga program investasi yang dicanangkan tersebut akan terbentur hal tersebut untuk sementara sampai dunia pariwisata kembali pulih.