Bali Tribune, Sabtu 21 Juli 2018
Diposting : 4 June 2018 15:11
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
kapal
Keterangan Gambar: 
TERGULING - Truk kelebihan tonase terguling di dalam kapal yang diguncang gelombang Selat Bali, Sabtu lalu.
BALI TRIBUNE - Gelombang tinggi di perairan Selat Bali, Sabtu (2/6) sore menyebabkan sebuah muatan truk di dalam selah satu kapal penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk terguling. Truk yang kelebihan muatan ini terguling saat kapal pengangkutnya diguncang ombak besar sekitar pukul 15.30 Wita.
 
Kendati tidak ada korban jiwa dalam kejadian di tengah laut itu, namun jadwal keberangkatan kapal menjadi terganggu karana proses evakuasi truk pengangkut puluhan karung plastik tersebut berlangsung cukup lama.
 
Berdasarkan informasi Minggu (3/6), musibah terjadi di atas Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Alas III, yang tengah berlayar dari Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk. Setelah 30 menit berlayar, saat hendak memasuki Pelabuhan Gilimanuk, gelombang air laut yang cukup kuat menyebabkan kapal terguncang.
 
Namun truk nomor polisi AD 1343 VE dengan tujuan Bima, NTB tersebut tiba-tiba oleng dan terjungkal ke samping kanan. Padahal saat berangkat dari Pelabuhan Ketapang, truk tersebut telah diikat menggunakan dua tali lashing.
 
Namun karena tonase kendaraan tinggi, dua tali lashing pengikatnya tidak kuat menahan truk sehingga tali yang terpasang tersebut terputus di sisi kiri. Beruntung kejadian truk terguling itu tidak sampai menimpa penumpang maupun kendaraan lain.
 
Kapal yang dinahkodai Mohamad Yani tersebut  tiba  di Demraga MB II Gilimanuk sekitar pukul 15.45 Wita dan langsung menurunkan penumpang serta muatan kendaraan lain. Namun saat itu truk yang terguling tersebut tidak bisa langsung dievakuasi di Dermaga MB III sehingga kapal harus berpindah sandar menuju dermaga lain setelah penumpang dan muatan lainnya turun.
 
Agar memudahkan proses evakuasi, sekitar pukul 16.35 Wita kapal bersandar kembali di Dermaga Ponton Pelabuhan Gilimanuk. Proses evakuasi truk itu yang memakan waktu sekitar 1 jam sempat mengganggu jadwal keberangkatan kapal karena selama proses evakuasi, dermaga ponton sementara tidak digunakan untuk aktivitas bongkar muat kapal lainnya yang hendak bersandar serta kapal yang memuat truknya terguling tersebut harus tertahan hingga proses evakuasi berakhir dan truk bisa diturunkan. Truk berhasil dievakuasi memasuki sekitar pukul pukul 17.00 Wita.
 
 Setelah proses evakuasi berhasil dilakukan dan truk kelebihan muatan itu setelah diturunkan dari kapal langsung melanjutkan perjalanan. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kompol Nyoman Subawa dikonfirmasi Minggu kemarin membenarkan adanya peristiwa truk yang terguling di dalam kapal yang tengah berlayar.
 
Dugaan utama truk terguling karena truk kelebihan muatan sehingga dengan mudah terguling saat terjadi guncangan pada kapal pengangkutnya. “Sebenarnya sudah diikat menggunakan tali pengikat khusus kendaraan. Tetapi karena muatan berlebih, talinya kemungkinan tidak kuat,” tandasnya.