Diposting : 9 September 2019 15:23
Redaksi - Bali Tribune
Bali Tribune/ Petugas PMI memberikan pertolongan kepada korban
Balitribune.co.id | Gianyar - Bali Marathon yang digelar setiap tahun, kembali memakan korban. Kali ini korbannya adalah pelari asal Jepang, Atsushi Ono (58). Korban ambruk di depan Puri Ageng Blahbatuh, Minggu (8/9) dan diduga akibat serangan jantung.
 
Dari keterangan warga, sebelum terjatuh, pelari dengan nomor dada 1117 ini sudah terlihat keletihan dan jalannya seperti sempoyongan. Hingga akhirnya saat melintas di areal catus pata Blahbatuh, tepat di depan Puri Ageng, korban ambruk tidak sadarkan diri. Petugas PMI yang stand by dekat lokasi langsung melakukan pertolongan. 
 
I Made Loka, petugas PMI Gianyar yang saat itu menangani korban mengungkapkan, saat jatuh korban langsung dipindahkan ke pinggir jalan di tempat yang.teduh. Saat diperiksa jalan nafas dengan memeriksa nadi carotis korban, sudah tidak ada nadi dan henti napas. " Kami sempat melakukan RJP pijit jantung 5 siklus dalam satu menit dan memberikan O2. Setelah korban mulai bernapas kita pindahkan ke dalam Ambulance," ungkap Made Loka.
 
Namun, dalam perjalaan menuju RSU Kasih IbuSaba, Blahbatuh, pernafasan korban kembali terhenti. Di dalam mobil ambulan petugas kembali melakukan RJP . Sampai sampai di rumah sakit Kasih Ibu, korban dinyatakan meninggal. Dari keterangan dokter jaga di IGD setempat, yakni dr. Maya, korban meninggal dunia akibat dehidrasi dan serangan jantung. 
 
Kapolsek Blahbatuh, Kompol Ketut Dwikora pun membenarkan musibah yang dialami pelari berkewarganegaraa Jepang itu. Dari pemeriksaan dna keterangan saksi di lokasi kejadian, kejadian ini murni lantaran kondisi korban yang kurang sehat. Disebutkan, korban atas nama Atsushi Ono, sudah lama tinggal di Indonesia dengan alamat di jalan Alam Elok 6/35 Cluster Ivory Livo Cikarang Bekasi, Jawa Barat. Di  Maybank Marathon Bali 2019 ini korban mengikuti nomor lari Full Marathon dengan jarak tempuh 42 km. 
 
" Untuk sementara, jenasahnya kami titipkan di RSU Kasih Ibu, sambil menunggu konfirmasi dari pihak keluarga korban, " terangnya siingkat. (u)