Diposting : 1 November 2019 12:30
San Edison - Bali Tribune
Bali Tribune/ I Nyoman Oka Antara (kiri) dan Nyoman Purwa Ngurah Arsana (kanan).
balitribune.co.id | Denpasar - Dua anggota DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Oka Antara dan Nyoman Purwa Ngurah Arsana, nyaris terlibat baku hantam di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Provinsi Bali, Renon, Rabu (30/10/2019). Keduanya sesama politisi PDIP dari Dapil Karangasem. 
 
Ironisnya, peristiwa memalukan ini terjadi berselang dua hari setelah upacara Pecaruan Dhurga Maya digelar di Gedung DPRD Provinsi Bali. Upacara tingkat utama yang dipuput oleh Ida Sri Bagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pemayun dari Griya Kedatuan Kawista, Tabanan, ini digelar untuk menetralisir energi negatif yang ada di seputar lingkungan gedung DPRD Bali. Upacara besar ini baru pertama dilakukan sejak gedung DPRD dibangun tahun 1987. 
 
Peristiwa yang konon dipicu karena ketersinggungan ini terjadi sesaat jelang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali yang dipimpin Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama dan dihadiri oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Beruntung, keduanya berhasil dilerai para anggota Dewan lainnya.
 
Saat ketegangan terjadi Gubernur Koster bersama Pimpinan DPRD Bali serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), masih berada di Ruang Transit. Sementara di dalam ruangan sidang, belum semua anggota DPRD Bali hadir, karena baru saja usai rapat pembahasan masalah hibah yang juga memanas di Ruangan Rapat Gabungan Lantai III Gedung DPRD Bali. 
 
Saat kejadian, Purwa Arsana dan Oka Antara terlihat duduk bersebelahan. Sembari menunggu Gubernur dan Pimpinan Dewan masuk ruangan sidang, keduanya sempat terlibat obrolan. Namun tiba-tiba Oka Antara mengambil gelas berisi air, lalu mengibas-ngibaskannya ke arah Purwa Arsana. Air yang disediakan untuk anggota Dewan itu pun tumpah di meja dan sebagian mengenai Purwa Arsana. 
 
Aksi ini memicu kedua wakil rakyat yang sama-sama berasal dari Karangasem itu nyaris terlibat adu jotos. Bahkan anggota Fraksi PDIP DPRD Bali, Ni Luh Kadek Yustiawati, sempat berteriak histeris. Kebetulan, posisi duduk Yustiawati bersebelahan dengan kedua anggota Dewan yang nyaris berantem itu.
 
Baku hantam gagal terjadi, setelah dengan sigap anggota Fraksi PDIP DPRD Bali AA Ngurah Adi Ardhana, memegang Oka Antara. Sedangkan anggota Fraksi PDIP DPRD Bali lainnya, I Wayan Kariartha, langsung merapat dan memastikan tidak terjadi masalah lebih serius. Beberapa saat kemudian, anggota Fraksi PDIP DPRD Bali Tjokorda Gde Agung, menenangkan Purwa Arsana. 
 
Karena dilerai rekan-rekan sesama Fraksi PDIP, Oka Antara dan Purwa Arsana tidak sampai terlibat baku hantam. Peristiwa yang diduga dipicu saling ejek ini pun menjadi perhatian undangan yang sudah hadir, seperti beberapa pimpinan OPD, Bawaslu Bali, KPU Bali, dan tenaga ahli. 
 
Konon, Oka Antara naik darah ketika Purwa Arsana sempat mengatakan bahwa politikus berkepala plontos itu banyak bicara soal dana hibah/bansos di rapat gabungan. Akibatnya, Gubernur Koster harus menelepon dan menanyakan molornya rapat paripurna yang dijadwalkan berlangsung pukul 11.00 Wita. 
 
Baik Oka Antara maupun Purwa Arsana, sudah bertemu Gubernur Koster selaku Ketua DPD PDIP Bali, setelah rapat paripurna. Keduanya dikabarkan mendapatkan teguran keras dari Koster selaku pimpinan partai. 
 
Ini bukan kali pertama anggota Fraksi PDIP terlibat keributan di Renon. Sebelumnya, sekitar lima bulan lalu, Kadek Diana yang menjadi ketua Fraksi PDIP DPRD Bali periode 2014-2019 sempat dijotos anggota Fraksi PDIP DPRD Bali I Dewa Nyoman Rai. Usai kejadian, keduanya bahkan saling lapor ke Polda Bali. Namun masalah itu berakhir damai, lagi-lagi didamaikan oleh Gubernur Koster.