Diposting : 27 April 2016 11:29
ags - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Kepala BIN Daerah Bali (Kabinda Bali) Brigjen Tri Nugraha Hartanta saat beraudiensi dengan Pemkab Karangasem.

Amlapura, Bali Tribune

Peredaran narkoba di Bali khususnya Karangasem sudah sangat mengkhawatirkan dimana narkoba tidak hanya beredar di kalangan orang kaya, namun juga warga miskin sudah banyak yang menjadi pecandu narkoba. Yang menyedihkan lagi, anak sekolah yang baru duduk di bangku SD ada yang sudah kecanduan barang laknat ini.

Ini menjadi atensi khusus Badan Intelijen Negara (BIN), mengingat saat ini Indonesia ditetapkan sebagai darurat narkoba sehingga pemerintah menyatakan perang terhadap narkoba, termasuk BIN Daerah Bali yang mengerahkan anggotanya untuk menyelidiki dan memantau peredaran narkoba termasuk pergerakan para bandarnya.

Kepala BIN Daerah Bali (Kabinda Bali) Brigjen Tri Nugraha  Hartanta, dalam audiensinya dengan Pemkab Karangasem, Senin (25/4) lalu menegaskan, di Bali peredaran narkoba cukup mengkhawatirkan. “Kita lihat saja, di Lapas Kerobokan, Denpasar, dari seluruh napi yang ada di sana 70 persen adalah napi narkoba. Sekarang ini bukan orang kaya saja yang makai narkoba, orang miskin bahkan anak SD pun sudah memakai narkoba. Ini sudah sangat mengkhawatirkan,” bebernya.

Bahkan di Jombang Jawa Timur, ada santri yang nyabu bersama ustadznya. Melihat realita tersebut, sangat pantas Indonesia menyatakan perang terhadap narkoba dan ditetapkan sebagai darurat narkoba, mengingat 70 juta orang di Indonesia adalah pemakai narkoba.

“Indonesia ini menjadi negara yang potensial bagi bandar dari sejumlah negara, karena 70 juta penduduk Indonesia adalah pemakai narkoba,” sebutnya. Untuk itu pihaknya mengimbau pemerintah dan aparat kepolisian memperketat pengawasan dan penjagaan di wilayah perairan, karena jalur ini sangat kendor.

 Sementara itu, Wabup Karangasem yang juga Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) I Wayan Artha Dipa, dalam kesempatan itu juga banyak menyoroti tentang maraknya peredaran narkoba di Karangasem. Menurutnya, perlu diambil berbagai langkah kongkret untuk memberangus para bandar dan pengedar di Karangasem.

 “Saat ini narkoba peredarannya bahkan sudah sampai di Besakih, dan beberapa pelakunya sudah berhasil ditangkap oleh jajaran Polres Karangasem,” ujarnya dengan nada miris. Ia menyerukan agar seluruh bandar dan pengedar narkoba lainnya yang berada di Besakih bisa segera diungkap dan ditangkap.