Diposting : 24 November 2018 12:02
redaksi - Bali Tribune
KONSERVASI - Warga Desa Tianyar Timur bersama Yayasan Peduli Lingkungan melakukan konservasi terumbu karang di Pantai Desa Tianyar Timur.
BALI TRIBUNE - Hantaman ombak tinggi dan pencarian batu karang yang dilakukan oleh masyarakat beberapa puluh tahun lalu telah mengakibatkan kerusakan terumbu karang yang cukup parang di lingkar Pantai Desa Tianyar Timur, Kecamatan Kubu, Karangasem. Berbagai upaya dilakukan oleh masyarakat dan yayasan peduli lingkungan untuk merecovery terumbu karang di sepanjang pantai di desa ini.
 
Kepala Desa Tianyar Timur, Kecamatan Kubu I Ketut Wija kepada koran ini, Kamis (21/11), menyebutkan, untuk memperbaiki atau merecovery kerusakan terumbu karang tersebut, sebelumnya pihaknya telah bekerjasama dengan peduli lingkungan, Kelompok Konservasi Terumbu Karang, Yoana Bakti Segara, dimana pada sekitar enam bulaan lalu pihaknya bersama yayasan tersebut telah melakukan upaya konservasi. Namun karena terkendala biaya dimana saat itu kekurangan dana, upaya konservasi itu sempat terhenti.
 
Namun pada Selasa (20/11) lalu, pihaknya kembali melanjutkan upaya konsercasi terumbu karang dengan pembiayaan bersumber dari Dana Desa. “Banyak terumbu karang yang kita kerjakan enam bulan lalu itu yang lepas, nah kemarin kita lakukan upaya perbaikan dan konservasi melanjutkan yang lalu,” tegasnya. 
 
Kerusakan terumbu karang di pantai Tianyar Timur diakuinya tergolong cukup parah, sehingga perlu dilakukan langkah cepat untuk penyelamatan agar kerusakan tidak bertamnah parah. “Kita kumpulkan anggaran dari Dana Desa  dalam bentuk beton buaya dan stupa untuk tempat tumbuhnya terumbu karang termasuk sebagai karang buatan,” sebutnya. 
 
Dengan demikian diharapkan terumbu karang akan tumbuh dan ikan-ikan hias yang dulunya ada di perairan tersebut bisa kembali lagi, karena sudah memiliki rumah. Tujuannya adalah untuk menjadikan Pantai Tianyar Timur menjadi obyek wisata diving dan snorkling baru bagi para wisatawan diving.
 
Diceritakannya, dahulunya beberapa puluh tahun lalu, Pantai Tianyar Timur dikenal dengan keindahan terumbu karangnya. Namun karena saat itu belum dikenal semen, masyarakat banyak yang mencari terumbu karang untuk selanjutnya diproses menjadi kapur guna keperluan membangun rumah dan sebagainya. 
 
Itulah yang menjadi salah satu penyebab kerusakan terumbu karang di pantai tersebut, selain memang dampak cuaca buruk seperti terjadinya hantaman ombak tinggi yang terjadi setiap sasih kaulu, atau bulan kedelapan dalam kalender Hindu Bali. Terjangan ombak pantai yang bbesar itu juga telah mengakibatkan terjadninya abrasi pantai yang cukup parah, seperti yang terjaadi di Banjar Dharma Winangun.