Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Penurunan Suhu di Lereng Gunung Agung Tak Sampai Sebabkan Frost

Bali Tribune/ BESAKIH - Suhu dingin menyengat terjadi di lereng Gunung Agung, tampak suasana di Pura Besakih.
balitribune.co.id | Amlapura - Penurunan suhu yang cukup ekstrim terjadi di wilayah lereng Gunung Agung, dan cuaca dingin yang cukup menusuk ini sudah mulai terjadi sejak sepekan terakhir utamanya di saat malam hari. Beberapa daerah lereng Gunung Agung yang dilanda penurunan suhu di antaranya di Desa Temukus, Besakih, Pempatan dan Pemuteran Kecamatan Rendang Karangasem, untuk wilayah Kecamatan Selat, tepatnya di Dusun Sogra dan sekitar Pura Pasar Agung, Desa Sebudi, Kecamatan Selat.
 
Ketua Pasemetonan Pasebaya Agung 28 Desa terdampak di Lingkar Gunung Agung, I Gede Pawana, Selasa (2/7), mengatakan jika fenomena penurunan suhu atau cuaca dingin yang sangata menusuk ini sebenarnya sudah sering terjadi utamanya pada saat memasuki Sasih Kasa dan Karo dalam peanggalan Hindu, Bali. Hanya saja diakuinya cuaca dingin kali ini memang tidak seperti yang sudah terjadi sebelumnya. “Memang terjadi cuaca dingin yang sangat menyengat di sekitar Lereng Gunung Agung, dan itu terjadi pada malam hari. Sebenarnya ini kan biasa terjadi pada setiap Sasih Kasa dan Karo. Cuman memang untuk kali ini dinginnya sangat menusuk,” ungkapnya. 
 
Jika biasanya warga di lereng Gunung Agung pada saat Sasih Kasa dan Karo masih bisa tahan tanpa menggunakan jaket, namun kali ini sebagian besar warga harus mengenakan jaket dan penutup kepala untuk menahan hawa dingin yang menusuk. “Kalau saya pas ke Besakih kemarin harus mengeenakan jaket tebal ditambah penutup kepala karena dinginnya nusuk sekali,” ucapnya. 
 
Hanya saja diakuinya cuaca dingin yang sangat ekstrim yang terjadi di lereng Gunung Agung tidak sampai menyebabkan terjadinya Frost atau pembekuan embun atau embun berubah menjadi bunga es, seperti yang terjadi di lereng Gunung Bromo ataupun lereng Gunung Dieng. Pun demikian ketika ditanya soal berapa suhu dan berapa persen kelembaban udara di lereng Gunung Agung, Gede Pawana mengaku belum mengetahui secara pasti karena belum melakukan pengukuran suhu. 
 
Terkait dengan suhu atau hawa dingin yang menusuk di wilayah lereng Gunung Agung tersebut, pihaknya menghimbau kepada ara pemedek yang hendak medek tangkil atau melakukan persembahyangan ke Pura Besakih, untuk mengenakan jaket tebal dan penutup kepala agar tidak kedinginan, utamanya yang akan mekemit. Sementara itu, kendati terjadi penurunan suhu di lereng Gunung Agung, namun tidak mempengaruhi aktifitas dan kunjungan wisatawan di beberapa obyek wisata seperti Pura Besakih, Taman Edelwis dan lainnya, karena menurutnya hawa dingin menusuk itu hanya terjadi pada malam hari. 
wartawan
Redaksi
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.