Diposting : 10 June 2016 18:15
redaksi - Bali Tribune
kapal
Keterangan Gambar: 
LUMPUH – Akibat terjangan ombak, aktifitas penyeberangan di Pelabuhan Padang Bai lumpuh total selama hampir tiga jam, Kamis (9/6)

Amlapura, Bali Tribune

Terjangan ombak pasang setinggi hampir tiga meter di Pelabuhan Padang Bai melumpuhkan aktifitas penyeberangan utamanya bongkar muat kapal di kedua dermaga yang ada di pelabuhan ujung timur Bali tersebut selama hampir tiga jam, Kamis (9/6).

Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini di Padang Bai, terjangan ombak pasang tersebut sebenarnya sudah mulai terjadi sejak dua hari terakhir ini, namun yang terganas terjadi Kamis pagi kemarin, sejak dinihari sejumlah kapal Ferry Padang Bai-Lembar sudah kesulitan untuk bersandar karena  mulai dari alur hingga dermaga hantaman ombak cukup besar sehingga membuat kapal berguncang. “Kalau ombak pasangnya mulai terjadi pas tengah malam pak, tapi yang terbesar mulai terjadi tadi jam 06.00 wita pagi,” ungkap Sudarsana, seorang warga di Pelabuhan Padang Bai.

Memang pada saat pukul 06.00 wita, kapal yang sandar di Dermaga I adalah KMP Putri Gianyar, dan ketika kapal tersebut bongkar muat terjangan ombak tinggi di dermaga I dan II mulai membahayakan, sehingga kapal tersebut mempercepat bongkar muat sebelum kemudian berangkat.

Setelah itulah pihak pelabuhan memutuskan untuk menunda proses bongkar muat kapal di dua dermaga dengan alasan keselamatan. Sementara ktika dikonfirmasi mengenai penutupan pelabuhan hingga dua jam akibat terjangan ombak pasang ini, pihak Syahbandar Pelabuhan Padang Bai sendiri menegaskan tidak ada penutupan pelabuhan.

“Tidak ada penutupan penyeberangan, memang sempat terjadi ombak pasang dan nakhoda kapal tidak mau ambil resiko sehingga mereka takut untuk sandar,” tegas Kasubsi Keselamatan Berlayar dan Patroli, G Agung KM Arbawa, kepada wartawan kemarin.

Menurutnya, ombak pasang seperti ini merupakan fenomena atau siklus tahunan yang biasa terjadi pada Bulan Juli dan Agustus. Berdasarkan laporan cuaca BMKG wilayah III Denpasar, tinggi gelombang ditengah perairan berkisar antara 0.5-2.0 meter dengan kecepatan angin 15-20 kilometer perjam.

Terjangan ombak pantai ini juga memaksa kapal cepat dan kapal janggolan yang melayani penyebrangan Kusamba-Nusa Penida Klungkung, harus bergeser untuk bongkar muat di Dermaga Rakyat Padang Bai, karena ombaknya cendrung lebih aman ketimbang di Kusamba.