Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pergerakan Lempeng Bumi Ancam Bali Utara

EVAKUASI
EVAKUASI - Puluhan siswa dievakuasi saat pelaksanaan simulasi penanggulangan bencana, di SMP Negeri 6 Negara,Rabu (26/4).

BALI TRIBUNE - Prediksi gempa bumi dengan siklus tertentu masih menjadi ancaman kawasan Bali Utara. Seperti yang disampaikan peniliti geologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) beberapa waktu lalu terkait ancaman gempa bumi disertai gelombang pasang berupa tsunami setinggi sembilan meter  mengancam Bali Utara.

Hal itu karena adanya pergeseran lempeng bumi yang membentang dari laut Flores hingga ke Laut Jawa. Pergerakan lempeng itu dinamakan patahan Flores (Flores Thrust) yang sudah mengarah ke Pulau Jawa melintasi Utara Bali. Saat ini lempeng Flores disisi Utara Bali,sudah begerak dalam bentuk lengkungan sehingga hal itu berpotensi patah dan menimbulkan goncangan besar.

Kondisi itu kembali ditegaskan dengan dipilihnya Kecamatan Seririt sebagai pusat Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) tahun 2017 yang  digelar di Lapangan Seririt, Rabu (26/4).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng I Made Subur, SH mengatakan, di wilayah Kecamatan Seririt terpasang sejumlah prangkat dan piranti berupa sirine peringatan dini pertanda bencana gempa bumi dan tsunami. Sirine milik Badan Meteorologi, Kliamtologi dan Geofisika (BMKG) terpasang dilapangan Seririt menyusul terpasang sejumlah rambu jalur evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana gempa bumi disertai tsunami di Desa Pengastulan dan sekitarnya.

“Bali utara ini memiliki sejarah panjang terkait gempa bumi.Tahun 1815 pernah terjadi gempa besar menelan korban jiwa sebanyak 10.532 lenyap.Dan terulang  tahun 1976 di Pengastulan dan sekitarnya memakan korban tidak sedikit termasuk korban ekonomi dan lingkungan,” jelas Made Subur.

Sayangnya, belajar dari kasus itu kebanyakan masyarakat masih  lebih sayang harta daripada jiwa dan menganggap peringatan dini melalui sirine hal yang sepele. “Posisi Seririt berada pada daerah lempeng bumi dan sangat berpotensi terjadi gempa bumi dan tsunami. Masyarakat harus sadar dalam menghadapi bencana,” imbuhnya.

Karena itu, pihaknya mengajak menerapkan budaya pengurangan resiko bencana dan  sadar bencana. Subur mencontohkan kebiasaan buruk membuang sampah dan ekspolitasi lingkungan sangat berdampak buruk terhadap keseimbangan alam.

Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra mengatakan, topography Buleleng yang nyegara gunung sangat berpotensi terjadinya bencana. Hal itu terbuki, sejak bulan Februari hingga Maret 2017  sejumlah kawasan di Buleleng banyak diterpa bencana. Tahun ini kerugian yang ditimbulkan tiga lipat dari bencana yang terjadi tahun-tahun sebelumnya. ”Atas kondisi itu melalui Apel Kesiapsiagaan Bencana Nasional kami mengajak semua pihak untuk lebih waspada dan melakukan deteksi dini untuk meminimalisir korban bencana,” ucapnya.

Wabup Sutjidra mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membantu pemerintah dalam  menanggulangi bencana. Pemkab Buleleng akan membentuk tim siaga bencana yang akan ditempatkan di setiap Kecamatan.

Sementara itu, simulasi tanggap darurat bencana yang digelar pada peringatan HKBN, di Jembranba dilangsungkan di SMP Negeri 6 Negara, Rabu kemarin. Salah seorang Anggota PMR SMP Negeri 6 Negara, Ferry Alamsyah mengaku melalui pelaksanaan simulasi yang diikutinya para siswa bias mengetahui cara menolong korban bencana dan menangani pasien dalam situasi darurat.

Kepala Pelaksanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Permana mengatakan lebih dari 800 personel dari berbagai komponen dilibatkan dalam simulasi penanggulangan bencana tersebut. Simulasi penanggulangan bencana tersebut juga untuk melatih siswa dan masyarakat umum agar tidak panik jika terjadi bencana. Dengan simulasi ini minimal mereka mendapat pengetahuan dan bisa membantu diri sendiri, keluarga dan warga.

Wakil Bupati Jembrana, Made Kembang Hartawan yang bertindak selaku Pembina Apel Peringatan HKBN di Kabupaten Jembrana, mengatakan simulasi ini sangat penting dilakukan karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa yang harus dilakukan dan bagaiman bertindak saat terjadi bencana. Pihaknya berharap simulasi penanggulangan bencana rutin diadakan di sekolah-sekolah, daerah pinggir pantai atau daerah rawan bencana lainnya. Dengan simulasi ini diharapkan bisa meminimalisir korban jika terjadi bencana sehingga selain diadakan sosialisasi ke sekolah.

wartawan
Khairil Anwar
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.