Diposting : 14 March 2019 20:48
habit - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Bali Tribune/ags Sidak Satpol PP ke Pantai Bugbug tanpa hasil

Amlapura | Bali Tribune.co.id - Aksi penambangan liar di sejumlah pantai di Karangasem, masih terus terjadi. Penambangan material seperti pasir mlelo atau pasir pantai dan batu pantai itu diduga sudah berlangsung lama. Itu terjadi di antaraya di Pantai Seraya dan Pantai Bugbug. 

Menerima laporan dari masyarakat, Kamis (14/3), tim gabungan dari Sat Pol PP Provinsi Bali dengan Sat Pol PP Kabupaten Karangasem,  melakukan Sidak ke Pantai Bugbug. Entah rencana sidak itu sudah bocor duluan, atau karena petugas yang datang kesiangan, sehingga setiba di lokasi sekitar pukul 11.00 Wita, petugas tidak menemukan satu orang pun penambang liar yang sedang beroperasi mengambil material di Pantai Bugbug.

Sidak dipimpin langsung oleh Kabid Trantib Sat Pol PP Provinsi Bali Dewa Darmadi dengan dua regu pasukan, sementara dari Sat Pol PP Karangasem yang sifatnya hanya mendampingi, hadir ikut sidak Kabid Trantib I Made Begananda, dan I Gede Arianta.

Dalam operasi penertiban kemarin, kendati tidak berhasil menangkap tangan para penambang liar yang kerap beraksi di Pantai Bugbug, namun petugas masih berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa kerikil dan batu pantai yang sudah dikemas dalam karung, sekop sebanyak tujuh buah, keranjang pengangkut pasir beserta alat pemikulnya sebanyak tujuh buah, pengorek pasir sebanyak 17 buah, 6 buah cobek, ember kecil satu buah, kampil atau karus satu buah dan empat buah ayakan pasir.

Barang bukti kerikil dan batu pantai sebanyak dua kampil diamankan oleh Sat Pol PP Provinsi Bali, sementara sisanya diamankan oleh Sat Pol PP Karangasem. “Kami tidak tau apakah sudah bocor duluan atau bagaimana, kita tiba di sana sekitar pukul 11.00 Wita. Di lokasi kosong dan kita tidak menemukan ada orang yang sedang menambang batu dan pasir pantai,” ungkap I Made Begandanda kemarin.

Ketika ditanya sudah berapa lama aksi penambangan itu, pihaknya mengaku tidak mengetahui secara pasti. Lantas setelah sidak ini apakah pihaknya akan melakukan Sidak lanjutan? Begananda mengaku jika sempadan pantai itu merupaka kewenanagan dari Pemerintah Provinsi. “Jadi kami di sini sifatnya hanya mendampingi saja. Kalau Provinsi turun kita akan ikut mendampingi,” ucapnya. ags