Diposting : 6 December 2017 22:00
Agung Samudra - Bali Tribune
LONGSOR
Keterangan Gambar: 
LONGSOR - Kondisi Pura Taman Desa Pakraman Kedui pasca diterjang longsor.

BALI TRIBUNE - Pura Taman Desa Pakraman Kedui, Tembuku hancur diterjang longsor. Tebing setinggi hampir 30 meter yang posisinya tepat di sebelah timur pura, longsor menghancurkan empat bangunan suci di pura yang diempon 162 kepala keluarga.

Wakil Bendesa Adat Kedui I Wayan Sudarma, Selasa (5/12), mengatakan tidak tahu persis kapan longsor terjadi. Pihaknya baru tahu setelah warga Nengah Mudiantara menyampaikan kalau Pura Taman diterjang longsor, Senin (4/12) sekira pukul 17.30 wita. ”Mendapat informasi itu kami bersama warga langsung menuju pura, namun karena hari mulai malam, kami belum bisa melakukan inventarisir pelengih yang rusak,” jelas I Wayan Sudarma didampingi Kepala Dusun Kedui I Wayan Kain Adnyana.

Kata I Wayan Sudarma, esok paginya bersama prajuru dan warga  kembali melihat kondisi pura. Dari hasil inventarisir beberapa bangunan suci hancur, yakni Pelinggih Penglurah, Sanggaran, Gedong Penyimpenan, Bale Plik. “Bangunan suci Sanggaran dan Penglurah masih tertimbun material longsor,” ujarnya.

Longsor juga mengakibatkan tembok panyengker pura di sebelah timur dengan panjang hampir 15 meter hancur. ”Longsor juga menyebakan bangunan Bale Pesamuan mengalami retak-retak pada bagian bataran dan lantainya,” jelas I Wayan Sudarma.

Ia mengungkapkan, untuk evakuasi material masih menunggu hasil paruman dan sebelum memindahkan material longsor akan dilangsung upacara ngaturang piuning. ”Masih menunggu paruman dan juga mencari hari baik untuk memindahkan material longsor, kami tidak mau grasa-grusu karena kaitanya dengan tempat suci,” kata Sudarma sembari menambahkan total kerugian akibat musibah ini sekitar 100 juta lebih.

Kadus Kedui I Wayan Kain Adnyana mengungkapkan, pertama kali yang mengetahui pura taman diterjang longsor yakni buruh bangunan I Nengah Keneh yang mengerjakan tempat penampungan air di sebelah barat pura, Senin (4/12) sekitar pukul 08.00 wita pagi hari. Bersangkutan kemudian menyampikan kepada warga kami I Nengah Mudiantara  sekitar pukul 17.30 wita sore hari. ”Kami sudah menghubungi pihak BPBD Bangli, dan beberapa petugas dari BPBD, TNI dan Kepolisian sudah turun melakukan pengecekan,” jelasnya.

 Ia menambahkan, bangunan suci yang hancur itu baru lima tahun lalu didirkan. Karena proses pembangunan beberapa pelinggih kelar maka krama melaksanakan upacara Ngenteg Linggih dan Mendem Pedagingan tanggal 27 Desember 2012. ”Untuk piodalan di Pura Taman yang diempon krama adat Kedui dilangsungkan pada Purnama Kepitu,” jelasnya.

Buruh bangunan Nengah Keneh (45) asal Dusun Umbalan, Desa Yangapi,Tembuku menuturkan, longsor kemungkinan terjadi pada  malam hari, pasalnya pada hari Minggu sekitar pukul 05.00 wita  sore hari belum terjadi longsor, dan baru tahu esok paginya sekitar pukul 08.00 wita ketiak mau melanjutkan pekerjaanya. ”Kemungkinan kejadianya malam hari, kalau sore tidak mungkin karena sampai sore kami masih bekerja,” ujarnya.