Diposting : 31 August 2016 14:11
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
pelabuhan
Keterangan Gambar: 
MENGANTAR - Ribuan umat muslim memadati Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk untuk mengantarkan keberangkatan Calon Jemaah Haji. Selasa (30/8).

Negara, Bali Tribune

Umat Muslim di Bumi Makepung Jembrana masih melakukan tradisi mengantar calon jemaah haji (CHJ). Seperti yang terjadi, Selasa (30/8), ribuan umat Muslim tumpah ruah untuk ikut mengantarakan keberangkatan 82 CJH asal Jembrana.

Terlihat di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, kemarin, ribuan pengantar CJH ini sudah mulai berdatangan sejak pagi dengan menggunakan kendaarn peribadi maupun angkutan umum yang sengaja disewa. Di sepanjang jalan menuju pintu masuk pelabuhan tampak para pengantar ini menunggu kedatangan rombongan CJH yang dilepas oleh Bupati Jembrana di Gedung Kesenian Bung Karno.

Saat tiga busa rombongan CJH tiba dengan pengawalan polisi sekitar pukul 11.15 Wita, pengantar yang sebelumnya sudah membentuk barisan ini bersorak-sorak melambaikan tangan kepada seisi bus yang memasuki pelabuhan untuk menyeberang. Bahkan tidak sedikit dari para pengantar ini ikut menyeberang ke Pelabuhan Penyeberangan Ketapang agar bisa mengantarkan CJH sampai Surabaya. Sejumlah pengantar ini mengaku sudah menjadi tradisi untuk ikut mengantar tetangga maupun kerabat yang berangkat naik haji.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana I Gusti Komang Sumberjana saat dikonfirmasi, Selasa sore, menyebutkan jumlah jemaah haji Kabupaten Jembrana awalnya sebanyak 84 orang, terdiri atas 69 calon jemaah haji tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 56, dan 13 orang bergabung dalam Kloter 57, dengan rincian pria 38 orang dan wanita 46 orang. Jumlah tersebut sebelumnya telah terjadi pengurangan karena dua orang  dimutasi ke luar  daerah. Dari catatannya, calon jemaah haji dengan usia tertua adalah Siti Hanap Binti Umar (80) asal Kelurahan Loloan Barat, Negara. SedangkansCalon jemaah haji termuda Amirullah Bin Misran (39) asal Kelurahan Loloan Timur, Jembrana.

Bupati Jembrana I Putu Artha yang melepas ke 82 CJH asal Jembrana tersebut mengatakan, karena ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang diwajibkan bagi umat Islam yang mampu, para CJH ini dinilai yang mampu melaksanakannya baik mampu menyediakan dana untuk ongkos naik haji maupun  mampu menyediakan biaya hidup anggota keluarga yang ditinggal selama menunaikan ibadah haji. 

Bupati Artha berharap calon jemaah haji tahun ini patut bersyukur setelah memperoleh peluang untuk melaksanakan salah satu amanah agama. Menurut Bupati Artha tidak semua orang memiliki kemampuan dan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji. Pihaknya meminta para jemaah haji dapat menjaga nama baik Jembrana dan Bali di mata dunia dengan tetap menjaga disiplin dan keramah-tamahan sebagai calon haji dari Indonesia.