Diposting : 17 June 2016 12:00
Arief Wibisono - Bali Tribune
gardu
Keterangan Gambar: 
Salah satu gardu yang tertimpa layang-layang.

Denpasar, Bali Tribune

 Layang-layang menjadi satu permainan yang digemari berbagai kalangan khususnya di Bali. Memasuki bulan Juni hingga Agustus, permainan layang-layang meningkat pesat seiring dengan musim liburan sekolah dan ditambah dengan kondisi angin yang baik. Munculnya ganguan listrik akibat layang-layang yang berakibat pemadaman kerap terjadi.

PLN mencatat di tahun 2015 gangguan akibat layang-layang sebanyak 23 kali. Sedangkan di tahun 2016 ini, hingga bulan Mei tercatat sebanyak empat kali gangguan listrik akibat layang-layang.

“Layang-layang yang tersangkut di jaringan listrik dapat menjadi penyebab listrik padam. PLN seringkali menerima keluhan dari pelanggan karena listrik padam dalam waktu yang lama akibat layang-layang tersangkut di kabel listrik,” ungkap Deputi Manajer Komunikasi PLN Distribusi Bali, I Gusti Ketut Putra, Kamis (16/6).

Dampak pemadaman juga dialami banyak pelanggan dalam satu kawasan apabila berada di jalur jaringan yang sama. Gusti Putra menjelaskan, selain ukuran layangan yang sangat besar, permainan layang-layang di dekat jaringan juga berpotensi berbahaya bagi keselamatan.

“Selain menjadi potensi gangguan listrik, benang layang-layang yang mengenai jaringan listrik dikhawatirkan akan menghantar listrik sehingga dapat menyebabkan korban tersetrum listrik,” sebutnya.

Bahkan katanya, sejumlah masyarakat terbiasa mengambil kembali layang-layang yang tersangkut. Namun, apabila layang-layang tersebut tersangkut pada jaringan listrik diimbau untuk tidak mengambil sendiri karena dapat berpotensi kecelakaan listrik. Ia meminta masyarakat bermain layang-layang di wilayah aman yang tidak terdapat jaringan listrik.

Ia juga berpesan, masyarakat tidak menaikkan layang-layang di malam hari, apalagi sampai menginap. Pasalnya, hal itu berisiko benang layangan menjadi basar dan berpotensi menghantarkan arus listrik ketika tersentuh kabel listrik PLN. Ia juga mengimbau, jika ada layang-layang atau benda lain yang menyangkut di jaringan listrik PLN agar tidak berusaha menurunkan sendiri dan segera menghubungi Call Center PLN 123 atau (kode area) 123.