Diposting : 28 February 2018 07:41
Redaksi - Bali Tribune
deklarasi
Koster- Ace saat deklarasi di Selemadeg, Tabanan

BALI TRIBUNE - Setelah mendapat kebulatan tekad di Kecamatan Pupuan, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali tahun 2018 Wayan Koster-Tjok Oka Artha Arhana Sukawati (Koster-Cok Ace) kembali mendapat dukungan melalui deklarasi kebulatan tekad dari masyarakat Kecamatan Selemadeg Barat dan Kecamatan Selemadeg. Dukungan kepada pasangan calon nomor urut  1 (satu) ini semakin menguat setelah mendengarkan pemaparan visi misi yang benar-benar prorakyat.

Kader-kader banteng Tabanan kompak hadir mendampingi Koster-Ace, di antaranya, Ketua DPP PDI Perjuangan Made Urip, N. Adi Wiryatama, Ni Putu Eka Wiryastuti, I Komang Gede Sanjaya, jajaran pengurus DPC, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali dapil Tabanan, serta Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tabanan. Simakrama dengan warga dan semua komponen tokoh masyarakat se-Kecamatan Selemadeg, berlangsung di Wantilan Banjar Bajera, Desa Bajera Kaja, Kecamatan Selemadeg, Senin (26/2). Terlihat warga yang hadir sangat membludak, hingga membuat sekitar 500 warga yang hadir saling berjubel. Bahkan hingga meluber ke jalan raya.

Di sini Koster-Ace melempar program unggulan bidang kesehatan.Tak hanya akan melaksanakan program kesehatan gratis melalui Krama Bali Sehat (KBS), Koster-Ace juga akan memberi tanggungan bagi penunggu pasien. Menurut Koster, Program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) yang digagas Gubernur Bali Made Mangku Pastika, terbukti sangat membantu masyarakat di bidang pelayanan kesehatan gratis. Untuk itu pihaknya akan melanjutkan program kesehatan gratis tersebut. "Nanti tiyang (saya) akan lanjutkan, tapi akan diformat lebih disempurnakan lagi. Namanya Krama Bali Sehat alias KBS. Jenis tanggungan penyakitnya nanti lebih banyak lagi. Bahkan para penunggu pasien juga akan kami beri tanggungan," tegasnya.

Diakuinya program tanggung bagi penunggu pasien bukan hal baru lagi di  Bali. Sebab dua kabupaten yang kebetulan kepala daerahnya berasal dari PDIP telah melaksanakan program tersebut. Kedua kabupaten itu, yakni Badung dan Jembrana. "Di Badung, tahun 2016 kemarin sudah berjalan. Lalu Jembrana. Nanti semua kabupaten/kota juga begitu, termasuk Tabanan. Anggarannya itu nanti dari provinsi. Inilah pola satu jalur, program antara kabupaten/kota dan provinsi juga pusat bersinergis terintegrasi," ungkapnya.

Alasan pihaknya merancang program ini adalah demi meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah.  "Kasihan khan mereka yang cuma bekerja sebagai pedagang kecil, petani atau buruh bangunan, pas ada keluarganya sakit, mereka jadi tidak bisa bekerja. Sehingga tidak punya penghasilan mereka. Terus mereka tidak punya uang, mau makan dari mana mereka? Di sinilah kita bantu mereka melalui program tadi," demikian Koster.

Sementara deklarasi dukungan kepada Koster-Ace di Selemadeg Barat, bertempat di pelataran Pura Puncak Rangda, Desa Penataran. Secara spontan warga  bersama tokoh menyatakan kebulatan tekad memenangkan Koster-Ace dengan target meraih kemenangan 80 persen suara. Untuk Tabanan yang merupakan daerah agraris, Koster-Ace di antaranya pembuatan regulasi yang mewajibkan pihak hotel dan restoran di Bali menggunakan produk buah lokal. 

"Tahun 2019 nanti, diperkirakan ada sekitar 5-6 juta wisatawan mancanegara, ditambah 7-8 juta wisatawan domestik berkunjung ke Bali. Ini potensi pasar yang sangat besar bagi hasil pertanian kita," sebutnya.

Selain itu, pihaknya juga akan membuat badan usaha yang dikelola pemprov dengan tugas membeli produk hasil pertanian dari kabupaten di Bali. "Nanti badan usaha ini akan membeli hasil pertanian dan buah lokal tiap kabupaten dengan harga di atas 20 persen dari harga pasar. Inilah pola Satu Jalur di bidang pertanian, dari pemerintah kabupaten dan provinsi hingga Pusat bersinergi," ungkapnya.

Selanjutnya petani akan disubsidi  untuk menggiling  gabah mereka. Sehingga biaya produksinya akan menjadi murah, dan dibeli dengan harga tinggi oleh pemerintah. Dengan begitu, secara perlahan kesejahteraan petani Bali meningkat. "Inilah salah satu cara kami untuk meningkatkan harkat dan martabat petani serta pertanian di Bali. Nantinya profesi petani tidak lagi dipandang sebelah mata oleh generasi muda kita," terangnya sembari menambahkan hal itu akan membuat pertanian di Bali akan tetap lestari.