Diposting : 19 June 2017 19:47
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
LAKALANTAS
Keterangan Gambar: 
LAKALANTAS - Jenazah korban kecelakaan maut Sabtu malam saat dievakuasi ke RSU Negara.

BALI TRIBUNE - Kecelakaan maut antara minibus travel S 7485 N dengan truk tronton bermuatan 3,5 ton semen DK 9455 WL, terjadi di ruas Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk KM 121-122, tepatnya sekitar 300 meter barat Pura Tirta Segara Rupek arah Gilimanuk, Kawasan Hutan Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, Sabtu (17/6) sekitar pukul 21.00 Wita.

Akibat kejadian itu delapan orang tewas seketika dan beberapa orang lainnya menderita luka-luka. Korban tewas adalah penumpang travel Isuzu ELF yang dikemudian Subagyo asal Jember, Jawa Timur. Sedangkan truk tronton hanya mengalami kerusakan ringan.

Informasi yang berhasil dihimpun, saat itu mobil Isuzu ELF S 7485 N datang dari arah timur (Denpasar) dengan kecepatan tinggi. Memasuki TKP dengan kondisi jalan lurus landai, pengemudi travel Subagyo tidak bisa menguasai kendaraannya sehingga oleng dan terguling ke jalur lawan. Di saat bersamaan datang dari arah berlawanan truk tronton bermuatan semen dikemudikan I Putu Sarga, asal Negara yang bergerak lambat sehingga tabrakan tidak terhindarkan.

Adapun korban tewas adalah sopir travel Subagyo dan tujuh penumpangnya, dengan rincian dua orang meninggal di tempat dan sisanya dalam perjalanan ke rumah sakit. Sementara korban yang mengalami luka-luka sebanyak lima orang.

Data yang diperoleh dari identitas yang ditemukan baik pengemudi travel maupun korban berasal dari Kecamatan Pati, Kabupaten Jember, Jawa Timur hendak mudik ke kampung halaman untuk merayakan hari raya Idul Fitri yang tinggal enam hari lagi. Korban meninggal di lokasi kejadian adalah Subagyo (sopir) dan Tohari asal Dusun Glengseran, Desa Suci. Suwari, Faris Aryadi dan Faris Aryadi asal Dusun Krajan, Desa Kemiri. Juari, Ahmad Zainuri dan Ahmad Haris (sopir cadangan) asal Dusun Delima, Dasa Kemiri. Sedangkan satu korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit yaitu Abdul Razak (29) asal Dusun Krajan, Desa Kemiri.

Seluruh jenazah Minggu (18/6) pagi telah dibawa ke Jember. Sedangkan korban luka berat yaitu Joko Liswanto (24), Moh Ridwan (22), dan Abu Amin (48) masih dirawat di RSU Negara serta dua orang yang menderita luka ringan yaitu Taufik Hidayat dan Rizki (22) menjalani perawatan di Pukesmas II Melaya di Gilimanuk. Sementara sopir tronton bernama I Putu Sarga dalam kondisi sehat.

Seluruhnya penumpang travel merupakan buruh proyek yang bekerja di daerah Peti Tenget, Badung yang berangkat Sabtu (17/6) sekitar pukul 17.00 Wita. Evakuasi terhadap korban serta bangkai kendaraan naas itu dilakukan hingga Minggu dini hari.

Kecelakaan maut tersebut juga sempat memacetkan arus lalu lintas dari dua arah hingga mencapai 2 km. Untuk memperlancar arus, petugas yang melakukan evakuasi memberlakukan sistem buka tutup.

Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Nyoman Sukadana bersama personel Sat Lantas Polres Jembrana melakukan olah TKP yang diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di tempat kejadian termasuk untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan maut yang merenggut delapan jiwa tersebut.

 Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo dikonfrimasi Minggu kemarin membenarkan kejadian tersebut. Setelah dilakukan evakuasi terhadap korban dan bangkai kendaraan dan setelah dilakukan olah TKP serta pemeriksaan beberapa saksi, kecelakaan itu disebabkan karena kurang hati-hatinya pengemudi mobil travel sehingga menyebabkan out of control (OC) atau terguling dan menabrak truk tronton.

Menurutnya kedelapan jenasah korban yang sempat dicek bersama Dir Lantas Polda Bali, Kombes Pol Anak Agung Made Sudana serta sejumlah Perwira Polres Jembrana lainnya dipastikan dari identitas korban semuanya berasar dari satu kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur yang bekerja rombongan di Denpasar dan bersamaan melaksanakan mudik lebih awal. Kapolres memastikan seluruh korban mendapat santunan Jasa Raharja dengan besar santunan Rp 50 juta untuk masing-masing korban meninggal dan Rp 20 juta untu setiap korban luka-luka.