Diposting : 27 April 2017 20:20
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
TAMBAK
Keterangan Gambar: 
DIPROTES - Penambahan sumur bor oleh perusahaan pemilik tambak udang di Bajar Yeh Buah, Desa Penyaringan Mendoyo diprotes warga penyanding yang kini kesulitas air bersih akibat sumur mereka mongering.

BALI TRIBUNE - Warga di Banjar Dusun Yeh Buah, Desa Penyaringan, Mendoyo yang sejak sepekan ini mengalami kesulitan air bersih karena sumurnya mengering, memprotes aktifitas penambahan sumur bor oleh tambak udang milik CV Oke tidak jauh dari permukiman warga di kawasan pesisir tersebut. Mereka meyakini penambahan beberapa sumur bor di areal perusahaan untuk memasok air ke tambak air payau tersebut menjadi penyebab sumur warga mengering.

Dari informasi yang diperoleh, Rabu (26/4), diketahui pihak perusahaan tambak udang tersebut kini kembali menambah sebanyak lima sumur bor. Sebelumnya pihak perusahaan telah memiliki sumur bor untuk memasok air tawar ke tambak. Beberapa warga penyanding mengaku keluhan tersebut sebenarnya sudah lama terjadi dan kembali mengemuka sejak setahun belakangan ini. Salah seorang warga penyanding tambak mengatakan kendati di wilayah utara sumur warga mongering, namun sebelumnya di wilayah selatan sekitar tambak yang merupakan areal persawahan sumur akan terisi saat air mengalir disawah walaupun debitnya kecil. 

Beberapa warga lainnya menuntut agar pihak perusahaan pemilik tambak bertanggungjawab dan tidak sembarangan membuat sumur bor karena sangat berpengaruh atau berdampak pada lingkungan sekitarnya. Bahkan warga mempertanyakan perizinan perusahaan dan perizinan pembuatan sumur bor. Salah seorang warga mengharapkan pihak yang berwenang segera turun melakukan pengecekan terkait keberadaan sumur bor yang jumlahnya bertambah di perusahaan tambak tersebut, karena sudah berdampak pada lingkungan sekitar.

Penanggungjawab Perusahaan Tambak Udang CV Oke Nyoman Koli Yumanto saat hendak dikonfirmasi di kantornya sedang tidak ada di tempat. Begitu pula ketika dikonfirmasi terkait permasalahan ini melalui ponselnya ia tidak mau berkomentar dan justru menyuruh untuk konfirmasi ke Perbekel Penyaringan dengan alasan agar ia tidak salah memberikan jawaban.

Perbekel Penyaringan, Mendoyo, Made Destra saat dikonfirmasi di kantornya membenarkan adanya keluhan dari warganya mengenai kesulitan air bersih akibat debit air sumur di perumahan di sekitar tambak udang itu kini menurun. Ia menyebut, terdapat 16 KK yang terdampak akibat penambahan sumur bor di perusahaan tambak dipesisir wilayahanya tersebut.

Dikatakannya, perusahaan tambak udang itu kini menambah sumur bor dengan membuat lima sumur bor baru namun saat ini baru dua sumur yang dioprasikan. Terhadap adanya keluhan warganya itu, ia mengaku pihaknya datang bersama Bhabinkamtibmas, Ketua LPM Desa Penyaringan,  Babinsa Desa Penyaringan, Panit 1 Polsek Mendoyo serta Kelihan Banjar Yeh Buah dan sudah melakukan pengecekan ke lokasi dan telah sempat dilakukan mediasi, Selasa (25/4) lalu, antara pihak perusahaan pemilik tambak dengan warga penyanding.

Dari permasalahan tersebut menurutnya sementara solusi yang diambil atas kesepakatan dari warga yang sumurnya mengalami kekeringan yaitu dari pihak CV Oke akan melakukan penggalian terhadap sumur warga sampai mendapatkan air. Akan dicoba satu atau dua sumur warga dulu untuk digali, apabila berhasil semua sumur akan digali kembali sampai keluar air dan biayanya dari pihak perusahaan. Apabila solusi pertama tidak berhasil, maka solusi kedua pihak CV Oke akan mencarikan air melalui PDAM. Biaya pengurusan sampai air masuk ke rumah warga ditanggung oleh CV Oke. 

Pihaknya berharap, sebagai aparat desa solusi tersebut bisa sama-sama menemukan kesepakatan dan tidak merugikan serta bisa terlaksana dengan baik. Ia menyebut tidak sedikit juga warga yang bekerja di tambak udang tersebut.