Diposting : 4 June 2016 11:35
Khairil Anwar - Bali Tribune
bayi
Keterangan Gambar: 
SEHAT - Bayi yang ditemukan dalam kondisi sehat di Dusun Kangin, Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan.

Singaraja, Bali Tribune

Di saat ada yang kesulitan mendapatkan keturunan, masih saja ada orang yang tega membuang bayi. Peristiwa bayi dibuang orangtuanya kembali terjadi di Buleleng. Kali ini bayi ditemukan dalam kondisi sehat di Dusun Kangin, Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan.

Bayi laki-laki yang masih merah itu  diletakkan di sebuah bak mobil pik up di areal pasar desa tersebut. Kontan tangisan keras bayi membuat geger warga sekitar yang kemudian berinisiatif menghubungi pihak berwajib lanjut membawa bayi ke bidan terdekat.

Informasi yang dihimpun Bali Tribune menyebutkan, bayi malang tersebut ditemukan sekitar pukul 05.50 wita di sebuah bak mobil pick up warna hitam nopol DK 9741 UX milik Putu Berata (51) warga setempat. Saat ditemukan bayi tersebut ditutupi terpal. ”Awalnya saya mendengar suara tangisan bayi, setelah dicari bayi tersebut tergeletak di atas mobil pick up dan ditutupi terpal langsung kemudian saya menghubungi warga lainnya,” tuturNi Nyoman Sumarini (50) warga Banjar Celuk Desa Jagaraga, Jumat (3/6).

Bayi dengan kondisi normal dengan panjang 42 centimeter berat 2,4 kg, lingkar kepala 32 cm, lingkar dada 31 cm dan panjang tali pusar 39 cm  masih dalam keadaan terikat memakai baju bermotif bunga. Karena takut, Sumarini kemudian mengajak rekannya Made Somanasa (40) dan Ketut Wisnu Witastra (51) untuk menangaani bayi tersebut. ”Setelah ditemukan kami lantas membawanya ke bidan desa di Desa Menyali,” imbuhnya.

Setelah mendapati adanya temuan bayi, sejumlah personel kepolisian dari Polsek Sawan lantas meluncur ke TKP. Di tempat itu polisi memeriksa sejumlah saksi guna dimintai keterangan untuk mengungkap orang tua pembuang bayi tersebut. ”Kami masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap identitas orang tua pembuang bayi. Untuk penanganan lebih lanjut bayi tersebut kami kirim ke RSUD Singaraja lanjut berkoordinasi dengan Dinas Sosial,” ujar Kapolsek Sawan AKP Made Mustiada.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Buleleng Drs.Gede Komang mengaku sudah melakukan koordinasi untuk menangani bayi yang dibuang orangtuanya itu. Begitu juga jika ada pihak yang berniat untuk mengadopsi, Gede Komang meminta untuk menghubunginya. Menurutnya, seluruh prosedur penanganan bayi termasuk pengurusan administrasi berada dalam kewenangan Dinas Sosial. ”Kami sudah mengurus semua keperluan bayi yang dibuang orangtuanya. Kalau ada yang berminat mengadopsi seluruh persyaratan harus dipenuhi termasuk mekanisme yang diatur melalui pengadilan. ”Sudah ada tiga orang yang berminat mengadopsi dan calon pengadopsi harus mengikuti prosedur dan penyesuaian syarat di pengadilan terhadap bayi yang berstatus anak terlantar,” tandasnya.