Diposting : 16 February 2020 00:42
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Bali Tribune/ TES URINE - Pegawai Rutan Kelas II B Negara kembali menjalani tes urine, Jumat (14/1).
balitribune.co.id | Negara - Berbagai upaya dilakukan untuk menangkal peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di lingkungan Rumah Tahanan (Rutan). Tidak hanya diantisipasi di kalangan warga binaan, namun juga di kalangan pegawai, salah satunya melalui test urine berkala, Jumat (14/2). Belasan Napi Narkoba dan puluhan pegawai Rutan Kelas II B Negara menjalani test urine.
 
Sedikitnya ada 50 pegawai dan 15 warga binaan baik narapidana maupun tahanan kasus narkoba di Rutan Kelas II B Negara di Lingkungan Beler Bale Agung, Kecamatan Negara Jumat (14/2) siang menjalani tes urin. Test Narkoba yang dilaksanakan secara mendadak di Rutan setempat ini membuat para narapida glagapan termasuk juga para pegawai. Tes urine ini dipimpin langsung Kepala Rutan Kelas II B Negara, Bambang Indra Setyawan. Seluruh narapidana narkoba serta pegawai Rutan Kelas II B Negara dikumpulkan sebelum menjalani tets urine menggunakan test kit ini.
 
Mereka satu persatu secara bergiliran mengambil sampel urine untuk di test. Petugas yang melakukan test secara teliti menandai serta mengamati indicator pada tes kit. Test urine yang digelar secara rutin dengan jadwal yang tidak ditentukan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya pegawai maupun warga binaan kasus narkoba yang terlibat tindak peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, hingga kini terdapat 141 warga binaan baik itu tahanan titipan kepolisian maupun kejaksaan serta narapidana penghuni Rutan.
 
Kepal Rutan Kelas II B Negara Bambang Indra Setyawan mengatakan hingga kini terdapat seikitnya 25 warga binaan kasus narkoba yang menjalani hukuman di Rutan Kelas II B Negara. Pihaknya menyatakan berbagai upaya dilakukan untuk mendeteksi dan mencegah adanya peredaran gelap dan penyalgunaan narkoba di lingkungan Rutan baik dikalangan warga binaan maupun kalangan pegawai Rutan. “Kita komitmen bersama untuk memberantas penyalahgunaan narkoba didalam rutan. Dan memastikan jajaran kami tidak main-main dalam membasmi penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
 
Dari tes urin yang menyasar 65 pegawai dan 15 warga binaan Rutan Kelas II B Negara Jumat kemarin, memang tidak ditemukan adanya pegawai maupun tahanan yang urinenya positive mengandung narkoba. Selain tes urin, upaya mencegah masuk dan beredarnya narkoba di Rutan Kelas II B Negara juga dengan pemeriksaan ketat semua pengunjung dan barang bawaan pengunjung yang hendak masuk ke Rutan. Sidak ke tiap ruang tahanan juga rutin dilaksanakan sewaktu-waktu guna mencegah adanya tahanan dan narapidana yang terlibat jaringan peredaran narkoba.