Diposting : 11 December 2017 22:07
Agung Samudra - Bali Tribune
Politeknik
AWASI - Kadisperindag Kab Bangli awasi uji beton oleh tim dari Politeknik Unud, Minggu (9/12).

BALI TRIBUNE - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli melakukan uji beton pembangunan pasar loka crana, Minggu (10/12). Untuk uji beton Disperindag Bangli menggandeng petugas dari Politeknik Universitas Udayana. Uji beton disaksikan pula tim pengawal dan pengaman pemertintah dan pembangunan daerah (TP4D). Untuk uji beton petugas  menggunakan alat hammer. Hasil test baru keluar seminggu setelah test dilakukan.

Ditemui di sela-sela kegiatan uji beton, Kadis Perindag Bangli I Nengah Sudibya mengungkapkan, uji beton dilakukan sebagai bentuk respon terhadap polemik yang selama ini berkembang di masyarakat terkait proses pengerjaan pasar loka crana  yang dialkukan pihak rekanan. Lanjut Sudibya, untuk menjaga obyektifitas, tim penguji dari tim independ yakni darai Universitas Udayana. ”Rencana awal kita maunya mengandeng tim penguji dari Dinas PU propinsi tapi setelah dipertimbangkan akhirnya kita menggandeng pihak UNUD dalam hal ini Politeknik Unud,” sebutnya. Untuk yang diuji meliputi struktur bangunan meliputi balok,plat/lantai dan kolom beton.

Disinggung  kapan batas akhir pembanguan, Kata Sudibya sesuai kontrak sampai tanggal 21 Desember 2017. Untuk proses kelanjutan dari pembanguan pasar ini, ditahun 2018 pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15 Miliar. “Sekarang baru strukturnya saja untuk finising dilanjutkan tahun depan,” jelasnya.

KetuaTP4D Bangli Marhanianto SH.MH mengatakan uji beton sifatnya teknis, dan sudah barang tentu bukan ranahnya, namun tim TP4D melakukan pengawasan, koordinasi dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah untuk mencegah terjadinya penyimpangan yang berpotensi menghambat, menggagalkan dan menimbulkan kerugian bagi keuangan Negara. Di samping itu melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pekerjaan dan program pembangunan. ”Kita hanya melakukan pengawalan dan pengawasan, untuk masalah teknis ada yang membidangi,” tegas pria yang juga Kasi Intel, Kejari Bangli ini.

Ketua Komisi III DPRD Bangli I Ketut Swastika mengaku sangat respek terhadap apa yang telah dilakukan Disperindag dalam kaitanya uji mutu. Namun demikian pihaknya akan kembali turun melakukan sidak untuk lebih dalam lagi mengetahui sejauh mana progress pekerjaan dan juga masalah teknis lainya. “Kita ingin pembanguan pasar bisa selesai tepat waktu ,begitupula masalah mutu pekerjaanya, bukan hanya dilihat dari strukturnya saja juga ingin tahu material yang digunakan untuk aitem pekerjaan yang lainya,” tegas Swastika.