Diposting : 26 December 2019 00:53
Khairil Anwar - Bali Tribune
Bali Tribune/ SAPI BALI - Survei ke peternak dan penggemukan sapi Bali untuk kemungkinan pengiriman via Pelabuhan Celukan Bawang, Senin (23/12).
balitribune.co.id | Singaraja - Harga daging sapi belakangan kian melambung. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri, pemerintah acap kali menerapkan kebijakan impor. Sebelumnya pemerintah menugaskan 3 BUMN untuk mengimpor 50 ribu ton daging sapi dari Brasil.
 
Lantas bagaimana prospek sapi Bali dan peluang pasarnya di saat kebijakan impor sapi diberlakukan? General Menejer (GM) Pelindo III Celukan Bawang, Rio Dwi Santoso optimis, sapi Bali memiliki daya saing tinggi di pasar domestik bahkan internasional. Menurutnya, sapi Bali dengan ciri khasnya merupakan satu jenis sapi di dunia yang menghasilkan butiran lemak berkualitas tinggi (morbiling). Dengan kelebihan itu sapi Bali tidak akan kekurangan peminat pada segmen daging sapi berkualitas sehingga mampu  bersaing.
 
Hal itu disampaikan saat melakukan survei di sejumlah tempat peternakan dan penggemukan sapi Bali di beberapa tempat diBuleleng,dalam rangka kemungkinan pengiriman sapi Bali via Pelabuhan Celukan Bawang, Rabu (25/12). Menurut Rio, pihaknya sudah melakukan kalkulasi besaran bea pengiriman lewat darat maupun laut.Hasilnya,bea melalui laut costnya dapat ditekan hingga 30 persen.Bahkan,nilai penyusutan sapi dengan rata-rata berat 100 kg berkurang jauh jika dibandingkan lewat darat. "Jika dikirim lewat pelabuhan Celukan Bawang,cost operasional pengiriman dapat ditekan. Per ekor costnya hanya Rp 500 ribu, itu jauh lebih murah dengan jalur darat," jelas Rio.
 
Tidak hanya itu, kelebihan via laut dapat menghemat cost perjalanan lainnya termasuk pengawasan terhadap sapi lebih terjamin. "Artinya pengiriman sapi via laut (pelabuhan) selain bisa menekan cost, nilai ekonomisnya tentu akan berpengaruh terhadap nilai jual," imbuhnya.
 
Melalui program tol laut, pemerintah telah menyiapkan kapal khusus pengangkut hewan di Pelabuhan Celukan Bawang dengan rute dari NTT, Celukan Bawang dan Tanjung Priok- Jakarta. "Dari survei itu dapat dimungkinkan sapi Bali dengan kuota tertentu dapat dikirim melalui Pelabuhan Celukan Bawang dengan tujuan Jakarta," tandas Rio.