Diposting : 18 February 2020 01:15
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
Bali Tribune/ BABI - Bupati Eka bagikan daging babi kepada para pegawai di Kantor Bupati Tabanan, Senin (17/2).
balitribune.co.id | Tabanan - Sebagai upaya menyikapi penderitaan yang dialami peternak babi dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui inisiasi Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti membeli 517 babi dari peternak dan masyarakat, sekaligus menggelar makan babi bersama di tengah isu wabah babi yang merebak akhir-akhir ini.
 
Hal itu dibuktikan dalam kegiatan mepatung masal dan makan babi bersama yang digelar di depan Kantor Bupati setempat, Senin (17/2). Kegiatan itu dihadiri Bupati Eka beserta Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga, dan beberapa anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda I Gede Susila, Para Asisten dan OPD serta ASN di lingkungan Pemkab Tabanan. “Program ini saya buat reaksi cepat, karena kita ingin merasakan derita peternak kita yang rugi besar gara-gara suatu virus yang melanda begitu cepat. Virus ini begitu cepat ketimbang virus rabies. Rabies 80 persen, ini 100 persen,” ungkap Bupati Eka saat membuka kegiatan.
 
Hal ini dijelaskannya sebagai tindak lanjut dari rapat antisipasi yang telah dilakukan sebelunya, disepakati bahwa Pemkab akan membantu meringankan beban peternak dan masyarakat Tabanan sekaligus melakukan aksi makan babi bersama sebagai bukti daging babi sangat aman untuk dikonsumsi. Terkait dana pembelian daging babi dibebankan kepada para ASN di lingkungan Pemkab Tabanan. Dana yang terkumpul kira-kira sekitar Rp 1,5 miliar. Bupati Eka harapkan kegiatan ini bisa dilakukan kapan saja, tidak menunggu virus, tidak menunggu ada penyakit dulu, kalau waktunya tepat dan rasanya bisa dilakukan.
 
Bupati Eka menegaskan, kalau sudah menyangkut masyarakat, semua OPD harus gotong-royong dan bekerjasama. Kalau misalnya selain babi ada terjangkit wabah seperti ini lagi, harus lakukan hal seperti saat ini. “Jadi untuk ke depannya saya harapkan OPD terkait agar lebih ketat mengawasi menyebarnya virus ini. Kita sudah arahkan juga sampai camat hingga kepala desa, jangan sampai ada lagi bibit-bibit dari luar masuk lagi, termasuk penguburannya. Kalau ada babi yang mati jangan sampai dibuang ke sungai, kubur dalam-dalam,” imbuhnya.
 
Kadis Pertanian Tabanan I Made Budana melaporkan sesuai data yang ia terima bahwa di Tabanan tercatat ada lebih dari 550 ekor babi yang mati karena terserang wabah. Pihaknya sudah melakukan langkah-langkah antisipasi sekaligus pembinaan sebagai upaya untuk menekan peredaran virus ini. Terkait dengan antisipasi, pihaknya juga telah melakukan pengadaan disenfektan sesuai arahan Bupati Eka. Di tahun anggaran 2020 ini, pihaknya telah mengadakan sebanyak 36 liter, sebagai upaya antisipasi. 
 
"Mudah mudahan bisa cair sesegara mungkin. Atas inisiatif Bupati juga kita melakukan mepatung bersama sesuai perintah Bupati dan sesuai dengan kesepakatan kita yang merupakan kebijakan dari masing masing OPD. Daging babi ini aman untuk dikonsumsi, yang penting pemasakannya benar,” tambah Budana.