Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Wacana Jembatan Selat Bali Hanya Pengalihan Isu

I Nengah Mendres, S.Pd.

Negara, Bali Tribune

Setelah sebelumnya mendapat protes dan penolakan dari tokoh-tokoh agama baik itu dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Wadah Antar Lembaga Umat Budha Indonesia (Walubi), wacana untuk membangun jembatan Jawa-Bali di Selat Bali juga memantik reaksi serius dari kalangan masyarakat adat.

Ketua Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Kabupaten Jembrana, Gusti Putu Wiasa melalui Sekeretaris MMDP Kabupaten Jembrana, I Wayan Mendres Rabu (30/3) menyatakan, wacana terkait usulan jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali adalah termasuk isu provokatif yang kembali membenturkan masyarakat Bali dan diyakini wacana ini sengaja diembuskan sebagai pengalihan isu penolakan reklamasi atau revitalisasi Teluk Benoa.

Pihaknya sebagai lembaga adat menyikapinya secara proporsional sehingga isu strategis menyangkut kepentingan orang banyak seperti ini tidak disepelekan.  “Wacana Jembatan Jawa-Bali ini harus benar disikapi sejak awal sehingga krama Bali nantinya tidak tersandera seperti isu reklamasi Teluk Benoa. Justru adanya isu itu membuat Bali semakin menjadi amburadul,” ujarnya.

Menurutnya, Krama Bali saat ini tidak boleh lengah karena Bali saat ini digoyang dari segala lini dengan berbagai isu trategis sehingga krama Bali harus bisa memperkuat diri.

Dikatakannya, pihak-pihak luar sangat berpeluang memecahbelah Bali secara terang-terangan dengan cara-cara dan pola-pola yang memang tidak dipahami oleh masyarakat kecil, tetapi setelah ada dampaknya masyarakat lah yang akan terkena akibatnya.

Pihaknya minta semua komponen harus bisa mengambil langkah-langkah, jika memang dari awal sudah mendapat penolakan oleh masyarakat seharusnya jangan dilaksanakan dengan pembenar atau dalil-dalil yang sulit diterima publik.

Pihaknya menilai wacana mengenai usulan Jembatan Jawa-Bali merupakan gagasan yang prematur yang memang pantas mendapat protes dan ditolak kendati memang telah menjadi wacana yang mucul sejak Orde Baru, ini dikarenakan belum saatnya Bali dibuatkan pintu masuk baru.

Jika memang usulan jembatan Jawa-Bali dipaksakan untuk direalisasi, maka dipastikan Bali akan menjadi terbuka lebar dan segala sesuatu yang masuk ke Pulau Bali akan sulit dideteksi, terlebih kondisi demografi di Provinsi Bali saat ini sudah terjadi kepadatan jumlah penduduk dengan berbagai dampak negatifnya.

Ketika jembatan itu dikatakan untuk peningkatan kesejahteraan, menurutnya, pembangunan jembatan antar-pulau bukanlah menjadi sebuah solusi bahkan dikhawatirkan selain menurunkan kesejahteraan krama Bali juga akan merusak tatanan kehidupan sosial budaya dan agama di Bali. MMDP secara tegas dari awal menolak wacana dan usulan jembatan Selat Bali dengan mempertimbangkan baik dari aspek histori maupun aspek sosiokultural.

Diakuinya MMDP sebagai lembaga adat telah berkoordinasi secara intens dengan PHDI sebagai lembaga umat terkait wacana ini dan ia memastikan pihaknya secara kelembagaan akan menyikapi dan mebahas isu strategis yang menggoyang dinamika masyarakat Bali ini.

Setelah mengikuti perkembangan terlebih Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas terkesan memaksakan usulan tersebut dengan tidak melihat dinamikan yang terjadi di Bali, pihaknya akan melakukan pembahasan dan agar wacana ini bisa mendapat tanggapan yaitu melalui Paruman Madya dengan melibatakan seluruh Bendesa Pakraman dan Majelis Alit, bila perlu Bendesa Pakraman dan kelihan Adat beserta jajarannya termasuk pecalang agar ikut turun untuk ikut menyikapi wacana yang meresahkan krama Bali seperti ini.

wartawan
Putu Agus Mahendra

Ketua DPRD Badung Hadiri Karya Mamungkah Banjar Pande, Bualu

balitribune.co.id | Bangli - Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan lan Padudusan Wrespati Kalpa Madya di Banjar Pande, Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Rabu (30/9/2026). Kehadiran pimpinan lembaga legislatif Badung tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan yang digelar krama Banjar Pande.

Baca Selengkapnya icon click

DPRD Badung Teguhkan Nilai Pancasila, I Made Wijaya Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila

balitribune.co.id | Mangupura - DPRD Kabupaten Badung menunjukkan komitmennya dalam meneguhkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal itu tercermin dalam keikutsertaan jajaran pimpinan dan anggota DPRD Badung pada Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Mangupraja Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Kamis (1/10/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Usaha Makanan yang Menjanjikan dan Strategi Mengelolanya di Pasar Pariwisata

balitribune.co.id | Jakarta - Usaha makanan masih menjadi bidang bisnis yang sangat menjanjikan di Indonesia karena tingkat kebutuhan konsumsi masyarakat yang terus berlanjut sepanjang tahun. Terutama di kawasan destinasi pariwisata yang sangat aktif, lonjakan arus wisatawan domestik maupun mancanegara secara langsung mendorong permintaan produk kuliner hingga meningkat pesat.

Baca Selengkapnya icon click

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Bangli Teguhkan Komitmen Pelayanan Publik

balitribune.co.id | Bangli - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli untuk meneguhkan komitmen pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Semangat Vasudhaiva Kutumbakam, Denpasar Maknai Hari Kesaktian Pancasila 2026

balitribune.co.id | Denpasar - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 menjadi momen krusial untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan seluruh elemen masyarakat. Berlandaskan tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", nilai-nilai luhur Pancasila dinilai senantiasa menjadi fondasi kokoh dalam menjaga keutuhan NKRI di tengah berbagai dinamika zaman.

Baca Selengkapnya icon click

BPJS Gelontorkan Rp100 Triliun Lebih untuk Biayai Penyakit Jantung

balitribune.co.id | Semarapura - Penyakit jantung menempati penyakit kronis dengan biaya termahal yang dijamin BPJS Kesehatan. Tercatat sepanjang 2015-2025, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk membiayai 172,3 juta kasus penyakit jantung. Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah menuturkan, penyakit jantung mengalami peningkatan jumlah kasus dan biaya yang signifikan dalam waktu satu dekade.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.