Diposting : 1 August 2016 11:43
Agung Samudra - Bali Tribune
DPD
Keterangan Gambar: 
WASPADA - Baliho Waspada DBD dipasang di areal Lapangan Kapten Mudita Bangli.

Bangli, Bali Tribune

Tingginya angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bangli, membuat pihak Dinas Kesehatan Bangli  melakukan berbagai langkah antisipasi. Selain melakukan fogging di wilayah yang ditemukan warganya postif DB, Diskes juga gencar-gencarnya melakukan sosialisasi.  Salah satu strategi sosialisasi yang dilakukan adalah memasang baliho tentang bahaya dan cara efektif memberangus berkembang biaknya nyamuk aides agepty.

Kepala Dinas Kesehatan Bangli dr I Wayan Nadi saat dikonfirmasi terkait pemasangan baliho, via telpon, Minggu (31/7), mengatakan, jika berkaca  dari data memang terjadi lonjakan kasus deman beradarah  di Bangli. Dari bulan Januari hingga akhir Juli telah terdata 600 lebih kasus DB. “Tahun ini terjadi lonjakan kasus dan fenomena ini terjadi seluruh kabupaten/kota di Bali,”  jelasnya.

Bertalian dengan  relaita itu, pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi, selain melakukan fogging di wilayah yang ditemukan ada kasus DB, pihaknya juga rutin melakukan sosialisai ke masyarakat. “Untuk sosilaisasi kita melibatkan petugas dari Diskes, Pukesmas dan Pustu,” ujarnya seraya menambahkan, untuk media sosialisasi juga memasang baliho.

Dia mengatakan baliho merupakan bantuan dari BPJS dan  jumlahnya pun sangat minim. “Baru dua baliho yang kita pasang  itupun bantuan darai BPJS, anggaran yang kita milki untuk sosilialiasai sangat minim,” sebutnya.

Paparnya sejatinya untuk mencegah DBD  dapat dilakukan dengan  menggalakan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan  3 M yakni menguras tempat penyimpan air, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, menimbun barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan, agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya “si poleng”. “Untuk tempat- tempat air yang tidak mungkin atau sulit dikuras taburkan bubuk abate ke dalam air,” ungkapnya.

Kasi  Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bangli I Nyoman Sudarma mengatakan faktor penyebab meningkatnya kasus DBD di Bangli karena tingginya mobilitas masyarakat dan juga dikarenakan perubahan suhu. “Dulu Bangli  dikenal dengan julukan daerah berhawa dingin, namun seiring berjalannya waktu suhu mulai menghangat, perubahan suhu ini menjadikan nyamuk aides agepty bisa berkembang biak,” ujar Sudarma.

Anggota DPRD Bangli I Wayan Wedana mengapresiasi apa yang telah dilakukan Diskes. Kata politisi dari PKPI ini, dengan  pemasanga baliho itu nantinya masyarakat akan tahu sedikit banyak tentang apa yang menyebarkan virus Dengue dan  bagiaman cara penaggulangan atau pencegahan penyakit DBD. “Kalau bisa Baliho dipasang di setiap kecamatan, agar masyarakat paham,” jelasnya.