Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Aksi Kopaska Kejutkan “Joysailing Taruna” di KRI SHS-990

KOPASKA -- Kesigapan pasukan Kopaska Koarmada II dalam simulasi penanggulangan kelompok pengacau bersenjata saat mengvakuasi korban terluka dengan helicopter di atas KRI dr Soeharso-990.

BALI TRIBUNE - Sebanyak 435 Taruna dan Taruni Akademi TNI dalam rangkaian kegiatan “Bhineka Eka Bhakti” (BEB) Tahun 2018, melaksanakan “joysailing” di sekitar Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) dengan KRI dr Soeharso (SHS)-990, Ujung Surabaya. kemarin. Para Taruna/I dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL) dan Akademi Angkatan Udara (AAU) yang berpangkat Kopral Taruna tersebut mengikuti kegiatan BEB, yaitu kegiatan yang diadakan setiap tahun bagi para Taruna/Taruni Akademi TNI yang masih melaksanakan pendidikan dasar di Magelang. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengenalan dan pengetahuan tentang beberapa satuan TNI yang ada di wilayah Provinsi Jawa Timur (Jatim), salah satunya Kotama TNI AL yakni Koarmada II. Selama mengikuti “joysailing” dengan KRI SHS-990 yang merupakan jajaran Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II, terlihat dari wajah para calon pemimpin TNI ini sangat menikmati, bahkan tak jarang yang mengabadikan moment langka tersebut melalui swafoto atau selfi dan lewat foto bersama rekan seangkatannya di atas geladak kapal perang tersebut. Namun secara mengejutkan, tiba-tiba terdengar bunyi beberapa kali tembakan yang memecah suasana dan menciptakan ketegangan, di mana pasukan katak Koarmada II yang dikomandoi oleh Kapten Eko terlihat mengejar musuh yang berhasil menyandera seorang tawanan. Melalui jalur laut dengan menggunakan searider dan naik ke kapal sasaran melalui  buritan, terjadi tembak menembak dan mengenai penyandera yang sedang berjaga. Tim Kopaska selanjutnya bergerak cepat ke anjungan untuk melumpuhkan musuh hingga akhirnya berhasil menguasai keadaan serta menyelamatkan sandera yang sebelumnya sempat ditawan para penyandera itu. Dalam simulasi penyanderaan yang terjadi di atas kapal perang KRI SHS-990 itu,  pra prajurit Kopaska yang memiliki semboyan “Tan Hana Wighna Tan Sirna”, yang artinya tidak ada rintangan yang tak dapat diatasi, akhirnya berhasil menyelamatkan para sandera. Mereka yang terluka selanjutnya dievakuasi oleh tim medis dengan menggunakan helikopter. Simulasi tim Kopaska untuk penanggulangan para pengacau kemanan bersenjata dalam rangka BEB TA.2018 itu mendapat apresiasi dari para Taruna atas kesigapan dan tindakan profesional yang ditunjukkan oleh pasukan khusus baret merah yang menjadi kebanggaan TNI AL. 

wartawan
Djoko Moeljono
Category

OJK Buka Jalan Demutualisasi Bursa Efek, Kepemilikan Saham Dibatasi 5 Persen

balitribune.co.id | Jakarta - Struktur kepemilikan Bursa Efek di Indonesia memasuki babak baru. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan OJK Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pemegang Saham Bursa Efek (POJK 13 Tahun 2026), yang menjadi dasar hukum pelaksanaan demutualisasi Bursa Efek.

Regulasi tersebut berlaku sejak diundangkan pada 17 September 2026. OJK menjelaskan penerbitan aturan itu melalui siaran pers, Senin (21/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

APBD Buleleng Defisit Rp200 Miliar, Pembangunan RSUD Dibiayai Lewat Pinjaman Daerah

balitribune.co.id | Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng menyiapkan skema pembiayaan melalui pinjaman daerah untuk mendukung revitalisasi dan pemenuhan sarana prasarana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng. Kebijakan tersebut berdampak pada postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diproyeksikan mengalami defisit lebih dari Rp200 miliar.

Baca Selengkapnya icon click

Antisipasi Banjir, Sedimentasi di Tukad Mati Kembali Dikeruk

balitribune.co.id |  Denpasar - Bencana banjir bandang yang terjadi tahun lalu, belantaran Tukad Mati Denpasar yang terparah. Memasuki musim hujan, Pemerintah Kota Denpasar bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida melakukan pengerukan sedimentasi di alur Tukad Mati, Jalan Pura Demak I, Pemecuta kelod, Selasa (22/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perajin Pelinggih Keluhkan Penurunan Kualitas Bahan Batu Alam

balitribune.co.id | Bangli - Perajin batu alam di Kabupaten Bangli saat ini kerap menerima permintaan pesanan dari kalangan rumahtangga, akomodasi wisata dan pihak pengelola Pura. Batu alam yang dijadikan bahan untuk membuat Pelinggih atau bangunan suci umat Hindu Bali, ketersediaannya masih memadai namun terjadi penurunan kualitas batu alam. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.