balitribune.co.id | Negara - Kelangkaan BBM yang memicu antrean panjang selama sepekan pada minggu lalu kini menyisakan persoalan baru. Setelah pasokan BBM kembali lancar, sampah yang dibuang warga yang mengantre BBM bersarakan dan bertebaran di jalan. Pemandangan ini terjadi di sepanjang jalur antrean menuju SPBU di Kota Negara.
Tersendatnya pasokan BBM ke SPBU pada pekan lalu mengakibatkan antrean panjang. Warga yang membeli BBM rela mengatre di jalan hingga ke SPBU. Setelah pasokan BBM lancar, antrean pun surut. Namun pasca antrean panjang kendaraan selama sepekan saat terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) tersebut sampah plastik yang berserakan di jalur menuju SPBU. Kondisi ini menggangu kenyamanan dan kebersihan lingkungan terutama di ruas jalan yang sebelumnya dijadikan jalur antrean warga menuju SPBU.
Seperti tampak di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Jembrana dan Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Dauhwaru Jembrana yang menjadi lokasi antrean yang selama sepekan sempat dipadati warga yang mengatre BBM. Kondisinya dipenuhi sampah plastik seiring meningkatnya aktivitas kendaraan yang mengantre BBM. Kondisi itu dinilai mengganggu kebersihan dan keindahan lingkungan sehingga perlu segera ditangani secara bersama-sama.
Sampah yang dibersihkan beragam, mulai dari botol bekas air mineral, bungkus makanan ringan hingga puntung rokok yang berserakan di halaman dan sepanjang jalur antrean kendaraan. Menyikapi persoalan tersebut digelar gotong royong untuk membersihkan sampah sisa antrean warga tersebut. Gotong royong melibatkan aparat desa dan kelurahan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, pengelola dan karywan SPBU, serta warga setempat.
Gotong royong tersebut dilaksanakan serentak di sejumlah wilayah Jembrana, Selasa (20/10/2026). Aksi pembersihan difokuskan pada titik-titik yang terdampak aktivitas antrean kendaraan selama pasokan BBM mengalami gangguan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jembrana I Made Budiasa mengatakan kawasan SPBU sebelumnya dipadati kendaraan warga yang mengatre akibat kelangkaan BBM sehingga menimbulkan banyak sampah bersarakan.
Menurutnya gotong royong tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
“Melalui kerja sama dengan para camat, perbekel, PMD, dan instansi lingkungan hidup, kami menggerakkan masyarakat di sekitar SPBU bersama lurah, kelian, dan kepala lingkungan untuk melaksanakan gotong royong. Terutama membersihkan sampah plastik yang timbul saat antrean panjang saat kelangkaan BBM,” ujarnya.
Sampah yang berserakan tersebut kini telah dibersihkan, dikumpulkan dan diangkut sehingga tidak lagi bertebaran di depan pekarangan warga. Pihaknya berharap membaiknya pasokan BBM beberapa hari terakhir dapat diikuti dengan pulihnya kebersihan di berbagai titik pelayanan publik tersebut. Begitu pula masyarakat juga diimbau untuk tidak membuang sampah secara sembarangan, baik saat mengantre maupun ketika mengisi BBM di SPBU.