Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bali Didorong Jadi Pusat Pendidikan Internasional

PEmbelajaran
Bali Tribune / PEMBELAJARAN - Program pembelajaran internasional yang digelar PIB College.

balitribune.co.id I Tabanan - Bali selama ini dikenal luas sebagai destinasi pariwisata dunia. Namun, Pulau Dewata kini juga terus didorong untuk memperkuat posisi sebagai pusat pendidikan internasional atau "education hub".

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui program pembelajaran internasional yang digelar Politeknik Internasional Bali (PIB) College. Dalam program ini, mahasiswa dari Eropa mengikuti proses pembelajaran selama 15 minggu di Bali dengan menggabungkan materi akademik, praktik industri, serta pengenalan budaya dan kehidupan masyarakat Bali.

Director of Partnership & Event PIB College, Made Herry Erika Sedana, M.Tr.Par., M.Sc., mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas positioning Bali agar tidak hanya dipandang sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai tempat yang memiliki ekosistem pendidikan yang mampu menarik mahasiswa internasional.

“Tujuannya sebenarnya ingin memperkuat positioning Bali, tidak hanya sebagai destinasi turis, tetapi juga sebagai 'education hub',” ujar Erika di Tabanan, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya mengikuti pembelajaran berdasarkan kurikulum yang telah disusun bersama dengan perguruan tinggi mitra di Eropa. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal Bali secara lebih mendalam melalui berbagai aktivitas akademik dan budaya.

Salah satunya adalah pembelajaran mengenai sejarah dan budaya Bali, termasuk pengenalan lontar. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk memahami bagaimana warisan pengetahuan tradisional Bali ditulis dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Selain kegiatan di kelas, mahasiswa juga dapat mengikuti sejumlah aktivitas pilihan untuk mengenal Bali. Beberapa di antaranya seperti rafting, kunjungan ke berbagai destinasi, hingga kegiatan seni dan budaya.

Namun, PIB College memastikan kegiatan tersebut tetap berada dalam koridor pendidikan. Mahasiswa juga diberikan waktu khusus untuk beristirahat dan mengeksplorasi Bali secara mandiri.

Erika menegaskan, program tersebut bukanlah kegiatan "study tour" yang berorientasi pada perjalanan wisata. Porsi pembelajaran tetap menjadi prioritas utama selama mahasiswa berada di Bali.

“Kami ingin memastikan mereka punya ruang untuk belajar dengan benar. Kalau terlalu banyak kegiatan di luar, nanti jadinya 'tour', bukan pembelajaran,” katanya.

Selama 15 minggu, mahasiswa mengikuti kurikulum yang telah dirancang dan memiliki capaian pembelajaran yang terukur. Mereka juga memperoleh 15 kredit akademik yang nantinya dapat dikonversikan ke universitas asal masing-masing.

Dengan demikian, keberadaan mahasiswa di Bali bukan sekadar kunjungan, melainkan bagian dari proses akademik mereka.

“Jadi sebenarnya mereka ke sini untuk belajar, seperti pindah kampus sementara. Di akhir program juga ada proyek yang harus mereka kerjakan. Pada minggu ke-15, hasil proyek itu akan dipresentasikan dan dilihat apa yang mereka hasilkan selama mengikuti pembelajaran,” jelas Erika.

Program tersebut juga terus dikembangkan. Jika sebelumnya PIB College memiliki sekitar tujuh program, kini jumlahnya bertambah menjadi sekitar 16 program yang ditawarkan kepada mahasiswa internasional.

Program tidak hanya berkaitan dengan bidang digital, tetapi juga mencakup bidang lain, termasuk kuliner dan program berbasis keterampilan yang terus dikembangkan untuk menjangkau pasar internasional yang lebih luas.

Erika menilai kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi salah satu kunci untuk memperkuat ekosistem pendidikan internasional di Bali. Karena itu, PIB College membuka ruang kerja sama dengan berbagai kampus, termasuk mitra dari Bandung, untuk mengembangkan program yang dapat memberikan pengalaman akademik sekaligus pemahaman terhadap karakter lokal.

“Kolaborasi sekarang bukan lagi pilihan, tetapi memang harus dilakukan. Ketika ada mahasiswa yang ingin belajar bidang tertentu, termasuk kuliner, kami bisa membantu melalui program yang tersedia di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Program Studi Business Technology and A.I. Innovation PIB College, Christian Budiman, mengatakan program tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi mahasiswa Eropa karena mereka dapat belajar dalam lingkungan akademik dengan suasana, budaya, dan karakter yang berbeda.

Menurut Christian, materi pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa dan program studi asal mereka. Salah satu fokusnya adalah bidang "digital, bisnis, dan entertainment".

“Kita ingin mereka melihat bahwa di Bali juga banyak talenta. Mereka belajar materi-materi terkait digital, bisnis, dan entertainment,” kata Christian.

Dalam proses pembelajaran, PIB College tidak hanya mengandalkan tenaga pengajar dari lingkungan kampus. Praktisi industri juga dilibatkan untuk memberikan perspektif yang lebih dekat dengan dunia kerja.

Langkah tersebut dinilai penting karena pembelajaran di bidang teknologi dan bisnis digital tidak cukup hanya dilakukan melalui teori. Mahasiswa juga perlu mendapatkan pengalaman praktis dan memahami bagaimana industri bekerja secara langsung.

“Karena kampus kita berbasis informasi dan teknologi, kita mencari pengajar yang punya pengalaman. Jadi tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengetahui praktik dan industri yang mereka geluti,” jelasnya.

Metode pembelajaran pun lebih banyak diarahkan pada praktik. Mahasiswa tidak hanya duduk mendengarkan materi, tetapi didorong untuk melakukan, mengembangkan ide, serta menghasilkan karya atau proyek.

Christian mengatakan mahasiswa yang mengikuti program tersebut saat ini berada pada semester awal, sehingga materi yang diberikan masih berada pada tahap pengenalan dan penguatan dasar.

Kurikulum program tersebut dikembangkan bersama antara PIB College dan universitas mitra. Pengembangan kurikulum telah dilakukan sejak dua tahun lalu dan program tersebut kini memasuki pelaksanaan tahap kedua.

Mahasiswa juga diberikan sejumlah pilihan materi dan kegiatan. Mereka dapat memilih sesuai minat sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan akademik dari universitas asal.

Menurut Christian, program internasional semacam ini sejalan dengan visi PIB College untuk memperluas jejaring pendidikan secara global.

“Kita memberikan kesempatan kepada mahasiswa internasional untuk merasakan pengalaman pendidikan di Bali,” ujarnya.

Melalui program tersebut, Bali diharapkan tidak hanya menjadi tempat mahasiswa internasional berlibur, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, melakukan riset, mengembangkan keterampilan, serta memahami budaya dan dinamika masyarakat lokal.

Dengan perpaduan antara pendidikan, teknologi, industri kreatif, dan kekayaan budaya, Bali memiliki peluang untuk membangun identitas baru sebagai pusat pendidikan internasional yang tidak terpisahkan dari karakter lokalnya. 

wartawan
ARW
Category

PMI Asal Perancak Meninggal di Guyana, Repatriasi Jenazah Tunggu Penerbangan Langsung

balitribune.co.id I Negara - Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Jembrana masih terus memantau perkembangan pemulangan jenazah I Komang Tedy Arsa Biantara Putra, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Perancak yang menjadi korban kecelakaan maut di Guyana, Amerika Selatan. 

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Sempat Disemayamkan di RSU Negara, Jenazah WNA Polandia Akhirnya Diserahkan ke Keluarga

balitribune.co.id I Negara - Setelah sepekan disemayamkan di RSU Negara, jenazah warga negara asing (WNA) asal Polandia, Marcin Dawid Ryzycki (44), akhirnya diserahkan oleh Polres Jembrana kepada perwakilan kuasa keluarga, Senin (7/9/2026) pagi. Pihak keluarga menolak proses autopsi dan memutuskan untuk langsung mengkremasi jenazah korban.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

43 Saksi Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Anggaran BBM-Mamin di Dinkes Tabanan

balitribune.co.id I Tabanan – Sebanyak 43 saksi telah diperiksa oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan terkait kasus dugaan korupsi anggaran pengadaan makanan-minuman (mamin) dan bahan bakar minyak (BBM) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click

Tandatangani Prasasti Karya di Bualu, Bupati Adi Arnawa: Budaya Adalah Garda Pariwisata Bali

balitribune.co.id I Mangupura - Kebudayaan dan spiritualitas Bali bukan sekadar warisan leluhur, melainkan modal sosial yang menopang keberlanjutan pariwisata. Atas dasar itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa pembangunan ekonomi di Kabupaten Badung tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga eksistensi adat, tradisi, dan tempat ibadah sebagai fondasi identitas daerah.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Imbas Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pergerakan Wisatawan Domestik Terganggu

balitribune.co.id I Badung - Sehubungan dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, berdampak pada pergerakan wisatawan domestik dari sejumlah daerah di Indonesia ke Bali. Pasalnya, sejak Minggu (6/9/2026), operasional penerbangan sejumlah bandara di Tanah Air ditutup sementara imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. 

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.