Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Beringin 'di Tangan' Jokowi

Bali Tribune

BALI TRIBUNE - Sejak 2014 atau selama tiga tahun memerintah, Presiden Joko Widodo erhitung dua kali hadir dan membuka penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar secara berturut-turut. Jokowi pertama kali hadir saat gelaran Munaslub Golkar di Bali pada Mei tahun lalu. Ketika itu Setya Novanto berhasil mengecundangi Ade Komarudin beserta enam calon lain dan terpilih sebagai ketua umum partai beringin. Tak perlu menunggu periode kedua kepemimpinannya, Jokowi kembali hadir dalam pembukaan Munaslub Golkar di Jakarta. Kali ini, Airlangga Hartarto secara aklamasi terpilih menggantikan Setya Novanto yang menjadi pesakitan dalam kasus dugaan korupsi e-KTP. Munaslub ini digelar juga akibat gonjang-ganjing kasus e-KTP Novanto. Dua kali kehadiran Jokowi di Munaslub Golkar, dua kali pula mantan Gubernur DKI Jakarta itu menunjukan 'peran negara' pada partai pemenang kedua Pemilu 2014 tersebut. Peran itu mulai 'dinikmati' Jokowi saat Golkar menyatakan keluar dari Koalisi Merah Putih dan resmi mendukung pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla pada Januari 2016, atau empat bulan sebelum Munaslub Bali digelar.Pada pembukaan Munaslub Bali, Jokowi mulai 'buka-bukaan' soal posisi Istana Negara dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum Golkar."Istana di mana? Ya di Jalan Merdeka Utara... Lantas, saya, Presiden kemana? Ya, sekarang saya di Munaslub Partai Golkar," ujar Jokowi, kala itu. Boleh jadi, pernyataan Jokowi yang disambut riuh tepuk tangan dan peserta munaslub, berusaha menunjukan netralitas dirinya di pemilihan ketua umum partai beringin. Namun, di sisi lain, Jokowi juga saat itu 'merestui' kehadiran Menteri Koordinator Bidang Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Munaslub Bali dengan alas an keduanya adalah kader Golkar. Luhut yang dikenal dekat dengan Novanto, disebut sebagai kepanjangan tangan Jokowi dalam Munaslub Bali, sedangkan JK berada di belakang Ade Komarudin.  Pertarungan dua kubu yang akhirnya dimenangi Novanto itu juga seolah dapat dilihat sebagai kemenangan Jokowi. Meski pernah tersandung kasus pencatutan nama Jokowi, ternyata Novanto tetap terpilih, bahkan kembali mendapat posisi Ketua DPR. Selang setahun kemudian, gonjang-ganjing kasus e-KTP membawa Novanto duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Kasus itu memicu pergolakan pengurus Golkar di daerah-daerah karena elektabilitas partai beringin yang kian merosot. Dedi Mulyadi yang gagal mendapat rekomendasi Golkar untuk maju di Pilgub Jawa Barat saat Novanto menjabat, kemudian muncul jadi motor, menggerakkan pengurus daerah solid satu suara mendesak munaslub.  Para pengurus daerah itu pun kemudian menghadap langsung Jokowi di Bogor untuk meminta restu menggelar munaslub pada awal Desember, dan menyorongkan nama Airlangga yang memang digadang sudah diberi 'lampu hijau' Istana. Hal itu pula yang diungkap Jokowi dalam pidato pembukaan di Munaslub Jakarta. Dengan santai, Jokowi menyampaikannya di seluruh peserta munaslub. "Tapi dari DPD sampaikan kesaya, 'Pak tapi boleh kami sampaikan sesuatu?'  Boleh, saya hanya mendengar, enggak ngomentari apa-apa," kata Jokowi dalam pembukaan Munaslub Jakarta. "'Pak, kami ingin Airlanggaja di Ketum Golkar'. Saya iseng nanya, 'apa ada aspirasi lain?' Saya tunggu, tengok kanan kiri, 'enggak ada pak'. Ya artinya sudah bulat," lanjutnya. Jokowi pun langsung menegaskan bahwa dia tidak mempengaruhi proses terpilihnya Airlangga. Namun, dari lanjutan pidatonya, tampak perhatian besar seorang Jokowi pada partai beringin. Mulai dari membuka lima faksi besar yang ada di Golkar yaitu Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Luhut Binsar Panjaitan, Akbar Tandjung hingga AgungLaksono, Jokowi juga meminta partai beringin tidak gonjang-ganjing demi stabilitas politik nasional. Bahkan di pengujung pidatonya, Jokowi masih sempat 'meyakinkan' peserta munaslub bahwa Golkar tidak akan menjadi partai nomor tiga seperti kekhawatiran yang disampaikanAirlangga dalam pidato sambutan. "Menurut saya, saingan berat Partai Golkar itu hanya dengan PDI Perjuangan. Jadi kalau tadi Pak Airlangga sampaikan kekhawatirkan di nomor tiga, saya yakin ndak," ujarnya. Dari pidato tersebut, Jokowi seolah berusaha 'menggenggam' partai beringin yang memang sudah mencalonkannya di Pilpres 2019. Jokowi kini terlihat tengah merawat kembali Golkar sebagai kendaraan politik besar yang terus dirundung gonjang-ganjing selama tiga tahun kepemimpinannya. Kehadiran Jokowi di Munaslub Bali dan Jakarta, menjadi catatan bahwa mantan Wali Kota Solo itu bukan saja tampak sebagai seorang kepala negara. Lebih dari itu, Jokowi terlihat sebagai 'pemilik saham besar', 'pembina partai'. Atau bahkan, kalau boleh disebut, satu faksi besar yang ada di partai beringin. Kini, patut ditunggu pula sentuhan tangan Jokowi di partai beringin yang berada di pundak Airlangga. Sebagai penyokong pemerintah, Golkar tentu tengah merindukan kembali rindangnya pohon beringin yang saat ini daunnya terus menerus berguguran.

wartawan
hans Itta
Category

Berantas Peredaran Rokok Ilegal, Tim Gabungan Razia Kios dan Warung Kelontong

balitribune.co.id I Amlapura - Petugas gabungan dari Kantor Bea Cukai bekerjasama dengan Sat Pol PP, Karangasem, semakin menggencarkan kegiatan operasi pemberantasan peredaran rokok atau produk tembakau ilegal tanpa pita cukai  resmi di sejumlah wilayah di Karangasem dengan menyasar warung-warung tradisional atau warung kelontong yang biasanya menjadi sasaran utama para distributor untuk memasarkan produk rokok ilegal berbagai merek tersebut.

Baca Selengkapnya icon click

Anak Warga Binaan Perempuan Hanya Bisa Tinggal di Lapas hingga Usia 3 Tahun, Pemkab Badung Siapkan Pendampingan

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung menaruh perhatian khusus terhadap anak-anak yang terpaksa tinggal bersama ibunya di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan. Salah satu perhatian utama menyangkut batas usia anak bawaan warga binaan yang hanya diperbolehkan tinggal bersama ibunya hingga maksimal tiga tahun.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Satpol PP Denpasar Tertibkan 10 PKL yang Berjualan di Atas Trotoar

balitribune.co.id I Denpasar - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali melaksanakan penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar. Sebanyak 10 PKL yang beraktivitas di sepanjang Jalan Kebo Iwa Utara, Denpasar, ditertibkan pada Rabu (2/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Pastikan Ketersediaan Pangan, Pemkot Denpasar Pantau Pasokan dan Harga Komoditas Strategis

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi stok, pasokan, dan harga pangan di lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, serta harga pangan di tingkat masyarakat tetap terkendali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berantas Sarang Nyamuk, Dinkes Denpasar Gencarkan Fogging ULV

balitribune.co.id I Denpasar - Dinkes Denpasar terus memprogramkan pelaksanaan Fogging ULV hingga akhir tahun 2026. Kendati kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Denpasar mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2025 pada periode yang sama. Fogging Ultra Low Volume (ULV) yang dilakukan secara bertahap sebagai langkah antisipasi.

Baca Selengkapnya icon click

Komit Jaga Belanja Infrastruktur, Bupati Adi Arnawa Sampaikan Raperda Perubahan APBD 2026

balitribune.co.id I Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan penjelasan mengenai Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Badung di Ruang Sidang Utama Gosana, Kantor DPRD Badung, Kamis (3/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.