Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

BI: Infrastruktur dan Pariwisata Jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Kerthi Bali

Bank Indonesia
Bali Tribune / KIKA - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani bersama Direktur Operasional dan Keuangan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Aradita Priyanti

balitribune.co.id | Mangupura - Pembangunan infrastruktur dinilai menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Bali. Tidak hanya jalan dan konektivitas transportasi, kebutuhan pembiayaan juga terbuka pada pembangunan rumah sakit, pelabuhan hingga infrastruktur pendukung sektor pertanian.

Hal tersebut mengemuka dalam Forum Balinomics Triwulan II 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Rabu (9/9/2026), dengan tema “Menjaga Stabilitas dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Bali untuk Akselerasi Ekonomi Kerthi Bali.”

Direktur Operasional dan Keuangan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Aradita Priyanti, mengatakan Bali memiliki sejumlah proyek infrastruktur yang potensial mendapatkan dukungan pembiayaan. Menurutnya, konektivitas menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung aktivitas ekonomi daerah.

“Jalan diperlukan untuk mengatasi kemacetan. Selain itu ada sektor transportasi, pelabuhan, rumah sakit, hingga infrastruktur pendukung pertanian seperti irigasi,” ujarnya.

Ia menyebut, SMI saat ini telah memiliki pembiayaan pada sejumlah pemerintah daerah di Bali. Beberapa proyek yang menjadi perhatian antara lain pembangunan rumah sakit di Bangli serta pembangunan jalan di Kabupaten Badung dan Gianyar.

Menurut Aradita, pembiayaan proyek pemerintah daerah tidak diberikan semata-mata berdasarkan kebutuhan pembangunan. SMI terlebih dahulu melihat kelayakan proyek, rencana pemerintah daerah, manfaat sosial-ekonomi, hingga kemampuan daerah dalam memenuhi kewajiban pembiayaan.

Proyek yang diajukan juga harus masuk dalam dokumen perencanaan pemerintah daerah, seperti RPJMD maupun RKPD. Selanjutnya dilakukan kajian terhadap kelayakan proyek dan potensi dampak yang ditimbulkan.

“Yang kami lihat antara lain perencanaannya, manfaat sosial ekonominya dan kapasitas pembayaran pemerintah daerah,” katanya.

Ia mencontohkan pembangunan jalan. Infrastruktur jalan yang semakin baik tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi aktivitas ekonomi.

Sementara pembangunan fasilitas kesehatan, seperti RSUD, diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kapasitas pelayanan di daerah.

Untuk mengantisipasi risiko proyek, SMI melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan pembangunan. Jika ditemukan deviasi dari jadwal, SMI dapat meminta pemerintah daerah dan kontraktor menyusun langkah korektif untuk meminimalkan keterlambatan.

Selain itu, kemampuan pemerintah daerah dalam membayar kewajiban juga diuji melalui berbagai skenario untuk memastikan pembiayaan tetap berjalan secara sehat.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, mengatakan Forum Balinomics tidak hanya diarahkan untuk melihat indikator positif perekonomian, tetapi juga menggali persoalan secara lebih holistik.

Menurutnya, analisis pertumbuhan ekonomi perlu dilengkapi dengan perhitungan biaya ekonomi maupun "social cost". Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan tidak hanya bertumpu pada angka pertumbuhan, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat.

“Jangan hanya melihat angka-angka positif. Kita juga perlu melihat 'cost dan social cost' secara lebih holistik,” katanya.

Achris menilai masuknya pembiayaan pada sebuah proyek juga dapat menjadi pemantik bagi investasi berikutnya. Kehadiran SMI, misalnya, tidak hanya dilihat dari besaran pembiayaannya, tetapi juga potensi proyek tersebut menarik investor dan menciptakan efek berganda.

Dalam konteks Bali, ia menekankan pentingnya memastikan pertumbuhan pariwisata memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat lokal.

“Nilai tambah dari pariwisata sebesar-besarnya harus berasal dari Bali dan untuk Bali,” ujarnya.

Bali, kata Achris, memiliki kekuatan sebagai destinasi sekaligus "hub" dengan branding yang telah dikenal secara global. Kekuatan tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperbesar peran pelaku usaha lokal, termasuk sektor ekonomi kreatif.

Menurutnya, masyarakat Bali tidak harus selalu menghasilkan seluruh produk yang dibutuhkan wisatawan. Namun, peluang ekonomi yang muncul dari kuatnya branding Bali harus dapat dimanfaatkan pelaku usaha lokal.

“Kalau produk dari luar laku di Bali, kenapa tidak orang Bali yang memiliki usaha di sini ikut mengambil peluang tersebut,” katanya.

Achris menambahkan, perekonomian Bali menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan kemampuan menyerap tenaga kerja serta menurunkan kemiskinan juga semakin baik. Namun, masih terdapat pekerjaan rumah terkait kualitas dan besarnya dampak pariwisata terhadap penciptaan lapangan kerja.

Karena itu, BI Bali akan terus memperkuat kajian untuk melihat apakah pertumbuhan ekonomi yang terjadi telah memberikan dampak optimal terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pesan utamanya sederhana - ekonomi Bali tidak cukup hanya tumbuh tinggi. Pertumbuhan itu harus mampu menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, dan memastikan manfaat pembangunan semakin banyak tinggal di Bali.

wartawan
ARW

BPBD Tabanan Salurkan Bantuan Logistik bagi Warga Terdampak Longsor dan Kebakaran

balitribune.co.id | Tabanan - Cuaca yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir memicu sejumlah kejadian bencana di beberapa wilayah Kabupaten Tabanan, mulai dari longsor hingga kebakaran rumah akibat korsleting listrik. Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tabanan (BPBD) bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Perda 4/2026 Jadi Tameng Lahan Produktif, Bali Perkuat Kedaulatan Pangan

balitribune.co.id | Pemerintah Provinsi Bali mengambil langkah strategis dalam menjaga masa depan pertanian dan ketahanan pangan daerah. Melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Produktif dan Larangan Alih Kepemilikan Lahan secara Nominee, Gubernur Bali, I Wayan Koster, menegaskan komitmen kuat untuk melindungi lahan pertanian produktif dari tekanan pembangunan dan praktik kepemilikan terselubung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sektor Pariwisata dan UMKM Jadi Motor Utama, Kinerja Fiskal Bali 2026 Tumbuh Solid

balitribune.co.id | Denpasar - Secara umum, kinerja fiskal Bali di awal 2026 menunjukkan fondasi yang cukup kuat. Pertumbuhan ekonomi di atas nasional, pendapatan negara dan daerah yang meningkat dua digit, serta ekspansi kredit UMKM menjadi sinyal optimisme terhadap daya tahan ekonomi Pulau Dewata di tengah dinamika global.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

BPJS Ketenagakerjaan Karangasem Perkuat Perlindungan Pekerja Desa

balitribune.co.id | Amlapura - Pemerintah Kabupaten Karangasem bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa menggelar kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Administrasi Pemerintahan Desa pada sub kegiatan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Desa di Wantilan Sabha Prakerti Kantor Bupati Karangasem, Kamis (26/2).

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Penyelewengan, Ketua DPRD Klungkung Kumpulkan Penerima Bansos

balitribune.co.id I Semarapura - Masalah hukum menjadi atensi serius dalam pertemuan strategis antara Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Anom dengan para Kelihan Pura serta kelompok masyarakat penerima hibah bantuan sosial (bansos) yang cair di tahun anggaran induk 2026 yang telah difasilitasinya.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.