Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

BI: Stabilitas Keuangan Bali Triwulan I 2026 Terjaga, Kredit Investasi dan UMKM Penopang Utama

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani.
Bali Tribune / Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani.

balitribune.co.id I Denpasar - Bank Indonesia (BI) memastikan stabilitas sistem keuangan di Provinsi Bali tetap terjaga pada triwulan I 2026. Kondisi tersebut ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang masih positif, terutama pada sektor-sektor utama penggerak ekonomi daerah, dengan risiko kredit yang tetap terkendali.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan masih tersedianya ruang yang cukup luas bagi perbankan untuk meningkatkan fungsi intermediasi melalui penyaluran kredit yang lebih merata, khususnya ke sektor-sektor produktif.

"Stabilitas keuangan daerah di Provinsi Bali pada triwulan I 2026 tetap terjaga dengan risiko kredit yang tetap terkendali. Ke depan, optimalisasi pembiayaan lintas sektor, khususnya pada sektor produktif di luar pariwisata, akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keuangan daerah sekaligus meningkatkan daya saing perekonomian Bali secara berkelanjutan," kata Achris di Denpasar, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, pertumbuhan kredit pada awal tahun terutama didorong oleh peningkatan kredit investasi. Kondisi ini mencerminkan mulai meningkatnya aktivitas dunia usaha dan ekspansi bisnis seiring prospek ekonomi Bali yang tetap positif.

Peningkatan kredit investasi juga mengindikasikan semakin tingginya kepercayaan pelaku usaha untuk mengembangkan usaha serta menambah kapasitas produksi.

Di sisi lain, pembiayaan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga terus menunjukkan pertumbuhan dengan pangsa yang tetap tinggi. BI menilai sektor UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah karena mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menciptakan lapangan kerja.

Karena itu, BI mendorong agar pembiayaan tidak hanya terkonsentrasi pada sektor pariwisata, tetapi juga diperluas ke berbagai sektor produktif lainnya sehingga struktur ekonomi Bali menjadi lebih beragam dan tangguh menghadapi dinamika ekonomi.

Selain perkembangan kredit, BI juga mencatat perkembangan positif pada sistem pembayaran di Bali. Sepanjang triwulan I 2026, transaksi pembayaran digital terus meningkat, baik dari sisi nilai maupun volume.

Aachris menjelaskan layanan BI-FAST menjadi salah satu kanal pembayaran digital yang paling diminati masyarakat. Di saat yang sama, transaksi melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) maupun BI-RTGS juga mengalami perbaikan.

"Velositas sistem pembayaran Provinsi Bali tetap tumbuh pada triwulan I 2026," ujarnya.

Peningkatan aktivitas transaksi digital juga tercermin dari pertumbuhan penggunaan kartu ATM/debit, kartu kredit, uang elektronik, hingga semakin luasnya adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di berbagai lapisan masyarakat.

Sementara itu, pada sistem pembayaran tunai, aliran uang kartal perbankan di Bali pada triwulan I 2026 tercatat mengalami posisi "net inflow" sebesar Rp1,76 triliun. Kondisi tersebut dipengaruhi berakhirnya momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru serta libur awal tahun yang sebelumnya mendorong tingginya transaksi masyarakat.

Di samping itu, perlambatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 turut membuat kebutuhan uang tunai masyarakat tidak setinggi triwulan sebelumnya.

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat keandalan sistem pembayaran, baik tunai maupun nontunai, melalui kolaborasi dengan perbankan, institusi pendidikan, generasi muda, dan berbagai elemen masyarakat.

Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi pembayaran digital, memperluas akses keuangan, serta menciptakan ekosistem pembayaran yang semakin modern, aman, inklusif, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Bali secara berkelanjutan.

wartawan
ARW
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Manajemen Tanah Lot Dorong Musyawarah Soal PKS

balitribune.co.id | Tabanan – Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot mendorong seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan musyawarah terkait perjanjian kerja sama (PKS) dengan pemerintah daerah soal tata kelola objek wisata pada 17 November 2026. 

Upaya dialog terbuka tersebut dinilai sangat penting untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan destinasi ikonik di Tabanan tersebut serta menjaga kondusifitas. 

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Cegah Balap Liar, Polsek Selemadeg Sisir Jalur Tengkorak Denpasar-Gilimanuk

balitribune.co.id | Tabanan - Jajaran Polsek Selemadeg mengintensifkan patroli malam dengan menyisir kawasan rawan di lintasan Jalur Tengkorak Denpasar-Gilimanuk.  Kegiatan pencegahan yang berlangsung pada Sabtu (3/10/2026) itu digencarkan untuk mengantisipasi potensi aksi balapan liar dan maraknya kejahatan jalanan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ketua DPRD Karangasem Dorong Eksekutif Optimalkan Capaian Target Penerimaan PAD

balitribune.co.id | Amlapura - Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika mendorong pihak eksekutif utamanya OPD terkait yakni Badan Pegelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk melakukan berbagai inovasi dan langkah kongkrit untuk menekan kebocoran PAD di berbagai sektor penerimaan pajak daerah, utamanya dari sektor pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Pascalaporan Gangguan Keamanan, Polsek Banjar Atensi Jalur Munduk-Gobleg

balitribune.co.id | Singaraja - Kewaspadaan pengguna jalan yang melintas di jalur Singaraja menuju Munduk - Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, kembali menjadi perhatian. Sebuah unggahan warga di media sosial menyebut adanya pengendara yang nyaris menjadi korban dugaan aksi begal saat melintas pada dini hari.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.