Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Calon Pekerja Migran Tertipu, Oknum LPK Menghilang

Bali Tribune / MELAPOR - Tiga pekerja migran melapor ke SPKT Polres Buleleng atas dugaan penipuan oleh LPK yang menjanjikan kerja diluar negeri dengan menyetor uang sebesar Rp 10 juta.
balitribune.co.id | Singaraja – Penipuan dengan modus iming-iming bekerja diluar negeri kembali berulang. Kali ini korbannya berjumlah 3 orang dengan janji akan dipekerjakan di sebuah perkebunan di Inggris. Sayang, setelah membayar Rp 10 juta, agen penyalur pekerja Migran Indonesia (PMI) dari sebuah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bali Bina Raya yang diduga abal-abal menghilang tanpa jejak. Merasa ditipu, ketiganya melapor ke Polres Buleleng didampingi seorang aktivis Hukum dan Kemanusian, Gede Arka Wijaya.
 
Ke 3 orang calon pekerja migran yang mengadukan dugaan penipuan tenaga kerja ke Polres Buleleng itu berasal dari Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Sawan, dan kemungkinan juga calon korban bisa bertambah lagi. Mereka yakni I Putu Okik Surya Arbawa, Murdani dan I kadek arya wirawan.
 
Dalam laporannya mereka mengaku sudah mengeluarkan uang rata-rataRp 10 juta agar bisa bekerja di Inggris. Bahkan pemberangkatannya pun dijanjikan bisa dipercepat dalam rentang waktu empat bulan setelah pembayaran Rp 10 juta untuk biaya pembuatan dokumen-dokumen dan sisanya akan ditalangi oleh pihak LPK.
 
Ketiga calon pekerja imigran tersebut mengaku diiming-imingi bekerja di Inggris dan ditempatkan di bagian perkebunan dengan gaji lumayan. Namun setelah mengeluarkan biaya untuk pengurusan dokumen, hingga saat ini belum mendapatkan kabar maupun kepastian dari pihak Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sebagai pihak penyelenggara.
 
Calon PMI ini rata-rata berusia 23-31 tahun mereka mengaku bersamaan melamar ke LPK pada bulan Januari 2023 dan sampai saat ini (April 2023), belum pernah dikasi pelatihan. selain itu yang membuat mereka gusar, pihak LPK sama sekali tidak bisa dihubungi. Salah seorang pelapor bernama Okik, ia mengaku sampai meminjam uang di Bank untuk biaya awal sebesar 10 juta untuk mengurus dokumen dengan harapan agar segera bisa berangkat dan bekerja di Inggris.
 
“Sampai sekarang juga tidak ada kepastian untuk keberangkatan yang dijanjikan tersebut. Hanya iming-iming dan janji palsu saja yang saya dapatkan dengan teman-teman. Untuk biaya itu sendiri juga saya dapatkan dari hasil pinjaman,” kata Okik seusai melapor didampingi Jro Arka.
 
Selain Okik, calon srikandi devisa lainnya bernama Murdani dari Kecamatan Bungkulan juga ikut melapor ke Polres Buleleng, ia mengaku pada awalnya mengetahui LPK tersebut dari temannya, dan kemudian mendatangi LPK tersebut lalu sosialisasi serta membahas biaya hingga sampai pemberangkatan.
 
“Biaya yang diminta oleh LPK tersebut sebesar Rp 10 juta, dan biaya itu akan digunakan untuk pengurusan Visa dan Dokumen lainnya. Dan batas dari pembayaran sangatlah singkat, karena yang memiliki LPK tersebut mintanya cepat-cepat, jadi mau tidak mau saya meminjamkan uang sebesar Rp 10 juta di salah satu bank,” imbuh Murdani.
 
Sayang, hingga saat ini janji LPK tersebut hanya pepesen kosong. Tidak ada fasilitas apapun, tidak ada informasi kelanjutan keberangkatan dan sampai sekarang yang memiliki LPK tersebut sulit dihubungi.
 
“Tidak mengangkat telpon dan tidak membalas via WA. Kami dijanjikan bekerja ke Inggris sebagai buruh disalah satu perkebunan di Inggris. Setelah kami melakukan pembayaran di awal Januari, dia menjanjikan di bulan Januari itupun akan ada pemberangkatan. Tapi di MoU perjanjiannya itu berlaku sampai akhir Maret. dan sampai akhir Maret tidak ada kejelasan,” ujarnya.
 
Murdani juga menyampaikan yang menjadi korban sebanyak 5 orang. Namun banyak juga kandidat yang terlihat mengikuti pelatihan-pelatihan di LPK tersebut.
 
”Kalau memang illegal sebaiknya ditutup saja agar tidak ada lagi korban berjatuhan. Kasihan juga teman-teman dan generasi muda lainnya sampai harus mencari hutang demi masa depan yang di impikan dan dijanjikan,” tandasnya.
 
Sementara, Jro Arka Wijaya saat menemani calon PMI tersebut melapor ke Polres Buleleng, berharap apa yang dialami oleh para calon PMI tersebut bisa di pertanggung jawabkan oleh pihak LPK. “Saya sangat mengapresiasi Polres Buleleng atas penerimaan Laporan dari teman- teman yang diterima secara baik. Kami mengharapkan proses atau pelaporan yang diterima di Unit 1 ini saya sebagai Aktivis juga sangat berterimakasih kepada Penyidik Polres Buleleng. Mudah-mudahan ini bisa disikapi karena menyangkut Generasi muda kita, masalah masa depan anak-anak, adik-adik kita yang ingin memiliki masa depan yang bagus,” pungkas Jro Arka.
 
Dikonfirmasi atas laporan PMI tersebut, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya membenarkan. Namun, katanya, laporan tersebut baru dalam bentuk pengaduan masyarakat (Dumas). ”Ya benar, ada laporan soal dugaan penpiuan terkait pengiriman tenaga kerja migran keluar negeri, namun masih dalam bentuk Dumas,” ujarnya singkat.
 
Sementara, saat didatangi Kantor LPK dikawasan Lovina, kantornya terlihat tutup. Bahkan hingga berita ini diturunkan, pemilik LPK belum bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasi.
wartawan
CHA
Category

DPRD Badung Minta Pembahasan APBD Perubahan 2026 Utamakan Asas Manfaat untuk Rakyat

balitribune.co.id | Mangupura - Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, menegaskan bahwa seluruh proses pembahasan Ranperda APBD Perubahan Tahun 2026 telah berjalan sesuai dengan mekanisme dan tata tertib yang berlaku di DPRD Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Kemarau Panjang, Produksi Padi Buleleng Diprediksi Anjlok hingga 30 Persen

balitribune.co.id | Singaraja - Kemarau panjang mulai menggerus sektor pertanian Kabupaten Buleleng. Debit air yang terus menurun, ditambah kondisi saluran irigasi tersier yang belum memadai, membuat target Indeks Pertanaman (IP) 3 atau tiga kali tanam dalam setahun terancam tidak tercapai.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Armada Damkar Buleleng Sering Mogok Akibat Uzur, Bupati Sutjidra Janjikan Peremajaan Bertahap

balitribune.co.id | Singaraja -   Persoalan armada tua kembali menghantui layanan pemadam kebakaran di Kabupaten Buleleng. Salah satu mobil Damkar berkapasitas 5.000 liter bahkan mengalami kehilangan as roda akibat terlepas setelah bertugas memadamkan kebakaran di Desa Ambengan, Suksada, Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click

Pengadaan LPJU dengan Skema KPBU, Dewan Minta Proses Dikawal

balitribune.co.id | Denpasar - Rencana pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di Kota Denpasar kini memasuki tahap finalisasi feasibility study (FS). Nantinya poyek tersebut akan menjadi KPBU pertama yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Program JKN Jamin 29,7 Juta Kasus Penyakit Jantung dengan Pembiayaan Rp17,35 Triliun

balitribune.co.id | Denpasar - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mendorong transformasi layanan jantung pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui pendekatan Value-Based Health Care. Pendekatan tersebut menempatkan health outcomes dan total biaya sepanjang siklus pelayanan sebagai dasar dalam menciptakan nilai bagi peserta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.